Jaksa Diminta Perhatikan Keamanan jika Hadirkan Ahok dalam Sidang Buni Yani

Jaksa Diminta Perhatikan Keamanan jika Hadirkan Ahok dalam Sidang Buni Yani

Jaksa Diminta Perhatikan Keamanan jika Hadirkan Ahok dalam Sidang Buni Yani

Kabar47 – Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan bahwa kemanan kliennya harus diperhatikan apabila jaksa menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai saksi dalam sidang kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE yang menjerat Buni Yani, sebelumnya tim jaksa penuntut umum berencana menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai saksi dalam sidang Buni Yani yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat itu.

Diterangkan I Wayan Sudirta bahwa jaraknya kan cukup jauh, lalu siapa yang akan menjamin keamanan dan keselamatan Pak Ahok contohnya dari perjalanan rutan ke Bandung, apalagi menurut I Wayan Sudirta pada saat menjalani sidang penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kerap mendapatkan ancaman, lalu I Wayan Sudirta menilai akan lebih baik bila Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tetap bisa bersaksi tanpa harus dihadirkan dalam ruang sidang dan hal tersebut memungkinkan karena sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP.

jelaspoker

Lalu I Wayan Sudirta mengatakan bila merujuk pada KUHAP menurut saya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bisa disumpah di dalam rutan dan memberikan keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan atau BAP yang nantinya isi BAP tersebut bisa dibacakan di depan persidangan dan I Wayan Sudirta juga mengatakan pihaknya menghargai upaya jaksa yang hendak menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bersaksi, meskipun begitu ada alasan tertentu seperti keamanan yang membuat tim kuasa hukum meminta agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak dihadirkan di persidangan.

I Wayan Sudirta baru akan menjenguk kliennya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pekan depan yang juga berkaitan dengan permohonan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bersaksi dan tim kuasa hukum baru bisa mematikan setelah menemui kliennya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan menanyakan apakah ada surat permohonan mengenai hal tersebut dari kejaksaan atau tidak.

Sebelumnya Ketua JPU Andi M Taufik mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi yang akan memberatkan Buni Yani dalam kasus yang menjeratnya yakni, kasus Pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *