Kemenkoinfo: Aplikasi Silakan Masuk, tapi Hormati Kedaulatan Digital

Kemenkoinfo: Aplikasi Silakan Masuk, tapi Hormati Kedaulatan Digital

Kemenkoinfo: Aplikasi Silakan Masuk, tapi Hormati Kedaulatan Digital

Kabar47 – Alasan mengapa aplikasi Telegram diblokir, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henry Subiakto mengungkapkan bahwa Menurut Henry, salah satu alasannya adalah karena Telegram seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang akan melakukan perbuatan melanggar hukum.
“Orang yang melanggar hukum senang dengan Telegram, bukan hanya teroris, karena Telegram sulit terdeteksi,” ujar Henry saat berdiskusi di Universitas Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7).

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Henry Subiakto mengatakan bahwa ancaman sempat datang ke pihaknya pascapemblokiran aplikasi telegram beberapa waktu lalu.
Beberapa bentuk ancaman tersebut muncul melalui media sosial. Para pegawai Kemenkominfo diancam akan dibunuh

jelaspoker

Atas dasar hal tersebut, pemerintah kemudian memutuskan untuk memblokir Telegram. Menurut Henry, pemerintah berhak melakukan pemblokiran terhadap aplikasi-aplikasi yang membahayakan kedaulatan negara.
“Pemerintah wajib mencegah peredaran informasi elektronik yang bermuatan melanggar perundang-undangan,” ujar dia.

Aplikasi telegram dinilai telah mengancam kesatuan bangsa. Sebab, aplikasi Telegram kerap digunakan oleh kelompok-kelompok radikal dalam berkomunikasi lantaran dienkripsi sehingga sulit disadap pemerintah.

Sesuai Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Transaksi Elektronik (UU ITE), kata Henry, pemerintah mengambil langkah pemblokiran terhadap aplikasi tersebut.

Henry menyebut pihaknya tidak menolak masuknya aplikasi-aplikasi digital ke Indonesia. Namun aplikasi tersebut harus sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia.
“Aplikasi-aplikasi silakan masuk ke Indonesia tapi harus hormati kedaulatan digital negeri ini,” ujar Henry.

Telegram memiliki sejumlah keunggulan yang dianggap menguntungkan bagi kelompok tersebut karena privasi penggunanya terjamin.

Pada kesempatan terpisah, Kasubdit Resoshab Deradikalisasi BNPT, Kolonel Sigit Karyadi, mengungkapkan setidaknya ada enam kegiatan yang biasa dilakukan teroris dalam dunia maya. Termasuk mengumpulkan informasi hingga propaganda.
“Ada enam yakni, pengumpulan informasi, komunikasi internal, perekrutan, pelatihan, pendanaan, propaganda,” ujar Sigit.

Telegram resmi diblokir pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, aplikasi Telegram cukup masif digunakan oleh kelompok teroris.

Jenderal Tito Karnavian mengatakan, penggunaan aplikasi Telegram cukup masif digunakan oleh kelompok teroris. Telegram memiliki sejumlah keunggulan yang dianggap menguntungkan bagi kelompok tersebut karena privasi penggunanya terjamin.

Tito mengatakan, anggota chat group di Telegram bisa mencapai 10.000 orang. Terlebih lagi, grup di aplikasi tersebut dienkripsi dan sulit dideteksi.

Karena Telegram menjamin privasi penggunanya sehingga sulit disadap. Tito mengatakan, pemblokiran ini antara lain tindaklanjut permintaan Polri untuk mengatasi masalah tersebut.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *