Konsorsium Kereta Cepat, Jokowi Ingin Indonesia 10 Persen, China 90 Persen

Konsorsium Kereta Cepat, Jokowi Ingin Indonesia 10 Persen, China 90 Persen

Konsorsium Kereta Cepat, Jokowi Ingin Indonesia 10 Persen, China 90 Persen

Kabar47 – Presiden Jokowi meminta Menteri terkait untuk mengkaji kembali porsi Indonesia dalam konsorsium kereta cepat Jakarta – Bandung, dikarenakan porsi Indonesia dalam konsorsium kereta cepat dinilai terlalu besar yakni mencapai 60 persen, sementara itu 40 persen lainnya dimiliki China.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Rini Soemarno mengungkapkan tidak ada perubahan komposisi saham antara konsorsium perusahaan pelat Indonesia dan Tiongkok pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Namun, Rini Soemarno merasa pihak Tiongkok akan mempersilakan Indonesia menurunkan porsi kepemilikan pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Diterangkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bahwa, Presiden Jokowi ingin kepemilikan Indonesia dalam konsorsium itu ditekan seminimal mungkin demi memperkecil resiko kegagalan proyek dan Presiden Jokowi meminta didtilkan kembali karena ini kan B to B dan porsinya 60 persen banding 40 persen dan Presiden Jokowi meminta kenapa Indonesia tidak 10 persen saja dan 90 persen untuk China juga guna memperkecil resiko yang dikatakan Basuki Hadimuljono kepada wartawan kami di Istana Negara, Selasa 25 Juli 2017.

jelaspoker

Dijelaskan Presiden Jokowi untuk Menteri yang diberikan tugas untuk mengkaji terkait dengan masalah tersebut yakni, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Rini Soemarno, kedua Menteri tersebut diminta oleh Presiden Jokowi untuk mengkaji dalam waktu satu pekan ke depan, selain itu tentang posri Indonesia di konsorsium, Presiden Jokowi juga meminta agar Menteri mengkaji kembali terkait dengan beberapa hal yaitu, di antaranya skenario, kegempaan, kondisi jembatan panjang dan terowongan, seperti yang diketahui proyek kereta api cepat ini baru dalam tahap pembebasan lahan dan hingga Mei 2017 lalu terkait dengan pembebasan lahan telah mencapai 53 persen.

Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, Kontraktor PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC menemukan hambatan terkait dengan hal pembebasan lahan di kawasan Walini, dikarenakan kawasan tersebut adalah kawasan industri dan sampai saat ini Konstruksi di Walini masih dalam tahap persiapan pembangunan terowongan.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *