Polisi Tangkap Pemasang Bendera ISIS di Polsek Kebayoran

Pelaku Pemasang Bendera ISIS di Tangkap Polisi

Pelaku Pemasang Bendera ISIS di Tangkap Polisi

Kabar47.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan bahwa, pihak kepolisian telah menangkap pelaku pemasang bendera ISIS di depan Polsek Kebayoran Lama, pelaku ditangkap tiga hari setelah pemasangan bendera ISIS di depan Polsek Kebayoran Lama pada hari Jumat 7 Juli 2017 sekita pukul 21.00 WIB.

Diterangkan Brigjen Rikwanto bahwa, pelaku ditangkap di sekitar Jalan H Nurisan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu 9 Juli 2017. Menurut Brigjen Rikwanto pelaku yang berinisial GOH tersebut merupakan warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pria kelahiran 18 Desember 1997 tersebut ditangkap di sekitar tempat tinggalnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto berdasarkan hasil dari penyelidikan bahwa , pelaku yang berinisial GOH diduga mendapat pemahaman radikal melalui internet sejak 2015 lalu, antara lain dari grup media sosial dan aplikasi telegram yang diberi nama, Manjanik, Ghuroba, UKK dan Khilafa Islamiyah.

jelaspoker

Brigjen Rikwanto bertutur bahwa, GOH juga membeli salah satu buku Oman Abdurrahman alias Oman mantan napi kasus bom Cimanggis. Kelompok Oman pernah menjadi terpidana kasus pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar dan yang bersangkutan kemudian berbaiat pada ISIS secara sendiri pada pertengahan 2017 dengan teks yang telah diperolehnya dari grup telegram Khilafa Islamiyah.

Pelaku yang berinisial GOH diketahui pertama kalinya memasang bendera ISIS di depan Polsek Kebayoran Lama oleh Bripka Billy pada pukul 05.30 WIB, lantaran merasa curiga Bripka Billy langsung pergi dan mendapati ada bendera yang identik bendera ISIS terpasang dipagar depan Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dari peristiwa tersebut telah diamankan barang bukti bendera warna hitam berukuran kurang lebih 100 centimeter x 50 centimeter bertuliskan huruf Arab dan sebuah botol plastik air mineral berukuran satu liter yang berisikan kertas karton kuning dengan pesan ancaman. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto sebelumnya menyatakan pelaku pemasang bendera ISIS tersebut bisa dijerat dengan pidana Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasn Tindak Pidana Terorisme. Pelaku pemasang bendera tersebut dikenai pasal Terorisme antara lain membuat takut, mengancam, itu pengancaman yang sudah meresahkan.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *