Soal Pemindahan Ibu Kota, Istana Beban Jakarta Terlalu Berat

Soal Pemindahan Ibu Kota, Istana: Beban Jakarta Terlalu Berat

Soal Pemindahan Ibu Kota, Istana: Beban Jakarta Terlalu Berat

KABAR47.COM – Pemerintah kembali mewacanakan untuk memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke kota lain di luar Pulau Jawa. Kembali munculnya wacana tersebut dinilai karena kebutuhan pembentukan ekonomi baru.

Wacana pemindahan pusat pemerintahan sendiri bukan lah hal baru. Wacana sudah terlalu sering bergulir bahkan sejak era Presiden Soekarno. Soekarno sempat mewacanakan pemindahan ibu kota negara ke kota Palangkaraya, Kalimantan. Presiden Soeharto dan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono juga pernah mewacanakan rencana tersebut.

jelaspoker

Salah satu alasan gagal terealisasinya wacana tersebut pada era pemerintah sebelumnya diduga karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan ibu kota.
Namun, saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah membuat kajian terkait rencana tersebut, termasuk bagaimana pendanaannya. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini.

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro bahkan berharap, dalam dua tahun ke depan sudah terdapat aktivitas pemindahan ibu kota negara. Bambang pun mengaku, sudah melakukan pembiacaraan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia juga mengusulkan pendanaan terkait pemindahan ibu kota dapat dilakukan dengan menggandeng swasta dan menggunakan skema Public Private Partnership (PPP).

Kendati demikian, pemerintah hingga kini belum menentukan ke mana pusat pemerintahan akan berpindah. Namun, belum lama ini, Bambang sempat menyebut kemungkinan pemindahan ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan.

Ketika dikonfirmasi, Jokowi masih enggan berkomentar terkait wacana tersebut. “Nanti saya info kan,” ungkap Jokowi
Senada, Sri Mulyani yang ditemui ditempat yang sama dengan Jokowi juga enggan berkomentar. Penjelasan terkait pemindahan ibu kota, termasuk pendanaannya, menurut dia, nantinya akan dijelaskan oleh Presiden. “Saya tidak ada komentar, nanti dijelaskan Presiden,” terang dia.

Sementara itu, negara maju yang pemerintahannya berbentuk kesatuan seperti Indonesia, memilih untuk mempertahankan ibu kota negara, meski mengalami masalah yang tak lebih pelik dari Jakarta. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, tetap mempertahankan Tokyo dan Seoul sebagai ibu kota karena biaya pemindahan ibu kota yang terlalu besar jika dilakukan.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta juga menilai, rencana pemindahan ibu kota membutuhkan biaya dan tenaga yang besar serta waktu yang panjang. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menganggu pemerintah dalam mencapai prioritas lainnya.

Diharapkan, rencana ini nantinya dapat memperbaiki kondisi ketimpangan sosial antar daerah di Indonesia. Pemerataan pembangunan ekonomi juga diharapkan dapat tercapai melalui program ini.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *