Sri Mulyani Optimistis Inflasi Tahun Ini Capai 4

Sri Mulyani Optimistis Inflasi Tahun Ini Capai 4%

Sri Mulyani Optimistis Inflasi Tahun Ini Capai 4%

Kabar47.com – Pemerintah menargetkan inflasi 2017 ini sebesar 4%. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap target itu bisa tercapai.

Sri Mulyani optimistis target itu bisa tercapai karena pemerintah tak mengubah faktor administered price. Harga pangan yang selama ini menjadi pemicu utama inflasi bisa dikendalikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, andil bahan pangan terhadap inflasi Juni cukup kecil, yaitu 0,14%. Padahal, harga bahan pangan sempat melonjak selama Ramadan.

“Kami berharap dengan dua faktor ini bisa dijaga oleh pemerintah, inflasi akan bisa kita kendalikan, masih sama dengan asumsi di APBN 2017 sebesar 4%. Harapannya sekitar 4%,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Untuk menjaga laju inflasi, menurut Sri Mulyani, di semester II-2017 harus lebih cermat melihat perkembangan harga komoditas hingga nilai tukar.

“Kita tetap harus hati-hati untuk menjaga dan ingin memperkuat momentum positif di kuartal II ini, mengenai stabilitas, confidence, investment grade, itu kita harap akan bisa kita kapitalisasi atau manfaatkan di semester II,” jelas Sri Mulyani.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati optimistis laju inflasi sampai dengan akhir tahun sesuai dengan target pemerintah 4 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Keyakinan tersebut karena pemerintah sudah berkomitmen tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sampai dengan September 2017.

“Tekanan inflasi dari supply side berasal dari cost. Cost ini paling besar berasal dari BBM, listrik. Listrik sudah tidak, dan BBM juga tidak kita naikkan sehingga kita berharap tekanan dari cost, dan supply akan berkurang,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Senin 3 Juli 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai dari sisi permintaannya, trennya bakal menurun mengingat momen Lebaran sudah berakhir. Sementara tahun ajaran baru berlangsung pada Juli sehingga puncak inflasi terjadi di pertengahan tahun ini. Termasuk tekanan dari kenaikan harga bahan pangan diharapkan semakin berkurang.

Ia menambahkan puncak inflasi pada 2017 terjadi di pertengahan tahun, saat Lebaran hingga tahun ajaran baru sekolah.

“Sehingga memang dari demand side untuk inflasi, yang paling puncak adalah di sini. Kalau dilihat dari sisi supply side, seharusnya untuk pangan, makanan, puncaknya ada di kuartal-I, pada Maret-April, dan sekarang musim hujan agak panjang sampai Juni-Juli, sehingga kami lihat dari sisi makanan, kami harapkan tidak ada tekanan inflasi dari sisi demand,” tutur Sri Mulyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *