Fadli Zon Berkata Melihat Diktator Jangan Dari Ucapan Dan Wajah

Fadli Zon Berkata Melihat Diktator Jangan Dari Ucapan Dan Wajah

Fadli Zon Berkata Melihat Diktator Jangan Dari Ucapan Dan Wajah

Kabar47 –  Seorang Wakil Ketua DPR Fadli zon mengatakan sikap diktator sebagai seorang pemimpin tidak dilihat dari ucapan dan wajahnya. Namun sikap diktator bisa diukur dari tindakan dan kebijakan yang dikeluarkan seorang pemimpin kata Fadli zon.

Hal ini disampaikan Fadli Zon untuk menanggapi pernyataan yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa dirinya bukan seorang diktator.

Diktator itu bisa kita dilihat bukan dari perkataan apa lagi dari wajah, tetapi dari suatu tindakan dan kebijakannya, kata Fadli zon kepada Kabar47.com,pada hari Rabu 9 Agustus 2017.

jelaspoker

Fadli zon juga menilai banyak hal tindakan dan kebijakan pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo yang mengarah pada gaya pemerintahan diktator. Misalnya, langkah Jokowi yang menerbitkan Peraturan Pemerintah dan Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau ormas.

Fadli zon menilai perppu tersebut bergaya diktator karena perppu tersebut bisa membubarkan ormas atau Organisasi masyarakat tanpa melalui proses pengadilan dan sejauh ini, baru satu ormas atau Organisasi masyarakat yang dibubarkan menggunakan mekanisme Perppu, yakni Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

Selain itu, ada juga penangkapan terhadap demonstran dengan tuduhan makar. Orang yang membuat dan menyebarkan ujaran kebencian kepada pemerintah di media sosial juga kerap ditangkap oleh aparat kepolisian.

Dan hate speech yang ditangkap itu yang hanya mengkritik pemerintah, tapi yang tidak kritik pemerintah dibiarkan. Jadi ini kecenderungan yang mengarah kepada kediktatoran, kata Fadli Zon.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini merasa perlu mengingatkan Jokowi agar tidak bertindak sewenang-wenangan.

Sebab, Fadli mengingatkan banyak diktator dunia yang awalnya juga menjual demokrasi dan kebebasan berekspresi. Namun lama kelamaan, karena kekuasaan yang besar, para pemimpin dunia kerap lupa dengan janjinya dan berakhir menjadi seorang diktator.

“Kita harus ingatkan karena ada pepatah mengatakan, ‘power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely’,” ucap Fadli.

Dalam dua hari terakhir, Jokowi dua kali menyampaikan bahwa ia bukanlah seorang diktator.

Pertama, ketika bersilaturahim dengan ulama beserta para santri di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa 8 Agustus 2017. Jokowi meminta santri tidak takut untuk naik ke atas panggung.

“Enggak usah takut. Presidennya enggak diktator kok,” kata Jokowi.

“Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Pak Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masa wajah saya kayak gini wajah diktator,” ucap Jokowi sembari disambut riuh para tamu acara.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *