Menkominfo Rudiantara Resmi Telah Membuka Blokir Telegram

Menkominfo Rudiantara Resmi Telah Membuka Blokir Telegram

Menkominfo Rudiantara Resmi Telah Membuka Blokir Telegram

Kabar47 –  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya membuka pemblokiran terhadap Telegram pada hari ini Kamis 10 Agustus 2017.

Pengumuman pembukaan pemblokiran ini diucapkan lewat konferensi pers yang diselenggarakan di Kementerian Kominfo, Jakarta. Hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, dan Taruli dari Koordinator Tim Trust+.

Menkominfo atau Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, pembukaan pemblokiran Telegram versi web ini berkat upaya agar kedua belah pihak dalam mengatasi konten negatif, khususnya yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme kata Semuel Abrijani Pangerapan .

jelaspoker

Dengan dan progres yang sama-sama dilakukan Telegram, yang dikerjakan oleh Kominfo maupun tim dari Telegram kata Rudiantar. Jadi, hari ini Telegram untuk masalah webnya tehal dibuka kembali sehingga masyarakat bisa menggunakan dan memanfaatkan Telegram kedalam satu web lagi, kata Rudiantara menjelaskan.

Sebelumnya, Kominfo memutuskan agar web dari telegram ditutup dan sebab ini lah sebab dari penutupan akses layanan pesan instan berlogo pesawat kertas tersebut pada hari Jumat 14 Juli 2017. Kominfo yang meminta kepada seluruh Internet Service Provider atau (ISP) untuk melakukan pemutusan akses dan pemblokiran terhadap 11 Domain Name System DNS yang dimilik Telegram kata Rudiantara menjelaskan.

Dipaparkan 11 Domain Name System (DNS) yang dimilik oeh Telegram meliputi .me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Dampak yang paling dirasakan oleh telegram terhadap pemblokiran yang dilakukan oleh salah satu pihak adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web dan tidak bisa diakses melalui komputer dan Sedangkan aplikasinya yang masih bisa dipakai kata Rudiantara.

Kominfo juga menjelaskan pemblokiran yang dilakukan memang harus dilakukan karena banyak sekali kanaldi layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia kata Rudiantara menjelaskan.

Pasca pemblokiran itu, CEO Telegram Pavel Durov langsung bereaksi dan hingga menyambangi Indonesia kata Rudiantara. Durov pun sepakat memberantas konten negatif di situsnya sehingga akhirnya Telegram versi web dapat diakses sekang atau dikembali hari kata Rudiantara.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *