Polri Meminta Agar Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Polri Meminta Agar Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Polri Meminta Agar Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Kabar47 –  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, setiap apa yang kita buat diakun media sosial kita adalah sepenuh yang menjadi tanggung jawab kita dan kalau kita post unggah ke media sosial dan merugikan orang lain maka itu bisa diancaman pidananya karena sekarang sudah ada undang-undangnya.

Ancaman tersebut tetap belaku meskipun sipengunggah tidak memahami tindakannya yang dia lakukan tersebut.

Hal ini disampaikan Setyo saat ditanya menanggapi penangkapan terhadap ibu bernama Sri Rahayu 32 tahun pemilik dari akun Facebook Sri Rahayu Ningsih oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada hari Sabtu 5 Agustus 2017.

jelaspoker

Kami terpaksa harus menangkap dan menegakkan hukum untuk kasus Sri Rahayu akan dikenakan Undang-Undang ITE, walaupun Sri Rahayu bersangkutan merasa tidak tahu dan tidak punya niat, kata Setyo menjelaskan saat menghadiri acara wisuda Purnawira Polri di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, pada hari Rabu 9 Agustus 2017.

Tapi, dengan Sri Rahayu mem-post itu sebenarnya dia sudah tahu apa yang dia lakukan, kata Setyo Wasisto.

Setyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mengunggah konten atau mengumbar kata kebencian yang menjatuhkan orang lain. Tindakan yang kita lakukan terhadap Sri Rahayu diharapkan menjadi pelajaran bahwa sebelum menunggah suatu konten atau tulisan perlu difikirkan kembali dampaknya terhadap orang lain kata Setyo Wasito.

Sebab jika unggahan yang dibuat tersebut termasuk dalam kategori mengumbar kebencian, baik terhadap terhadap presiden , etnis atau kelompok tertentu maka polisi akan berusaha menangkapnya sekarang harus menegakkan hukum.

Kepada seluruh masyarakat secara bijak yang menggunakan media sosial, jangan terlalu mudah untuk menghina dan mengumabar kata kebincian kata Setyo menjelaskan.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran sebelumnya mengatakan, Sri ditangkap karena diduga menyebarkan konten terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), serta ujaran kebencian di akun media sosial Facebook miliknya.

Adapun konten yang dimuat Sri Rahayu dalam akunnya yakni perkataan berbau SARA terhadap suku Sulawesi dan etnis Tionghoa, penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, penghinaan terhadap berbagai partai, ormas atau Organisasi masyarakan dan kelompok, serta konten berbau ujaran yang mengundang kata kebencian dan hoaks.

Dari penangkapan itu polisi juga menuturutkan berhasil menyita empat ponsel berbagai merek, sebuah flash disk, tiga buah sim card, sebuah buku berisi catatan email dan password yang digunakan tersangka, serta beberapa pakaian kata Setyo.

Fadil mengatakan, pihaknya akan secara intensif memonitor perkembangan media sosial. Dalam dua bulan belakangan, satgas Siber juga Bareskrim Polri menangkap 12 tersangka dengam modus yang serupa serupa sama.

Kami tidak segan untuk menegakkan hukum bagi para pelaku hate speech dan hoaks,” kata Fadil melalui keterangan tertulis,pada hari Minggu 6 Agustus 2017.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *