Tanggapan BNN Jakarta Bandar Narkoba Jadi Raja LP

Tanggapan BNN Jakarta Bandar Narkoba Jadi Raja LP

Tanggapan BNN Jakarta Bandar Narkoba Jadi Raja LP

KABAR47 –  Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta Brigjen Johny Pol Latupeirissa menjelaskan alasan Indonesia masih menjadi pasar narkoba. Salah satunya karena penegakan hukum pengedar dan bandar narkoba masih lemah

Sekarang orang dihukum masuk penjara, dihukum mati tapi enggak dimati-matiin. Bahkan jadi raja di LP. Jadi bisnis ini sangat mudah di Jakarta kata Johny di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin 31 Juli 2017

Johny membandingkan dengan penegakan hukum terhadap pengedar dan bandar narkoba di Filipina yang langsung ditembak mati. Johny mengatakan para penjahat narkoba yang dihukum mati saja masih bisa berkembang di dalam penjara.

jelaspoker

Mestinya, setelah dihukum hukuman mati, kalau menurut saya enggak usah terlalu lama. Begitu vonis hukuman mati langsung Di eksekusi aja kata Johny.

Johny mengatakan orang-orang yang dipenjara juga banyak yang pintar dan bergelar profesor atau doktor. Jika tidak segera dieksekusi mati mereka bisa mengajarkan kepada tahanan lain cara untuk mengedarkan narkoba.

Ketika orang belajar di dalam sana keluar dari LP sudah mahir dan sudah bisa jadi bandar narkoba yang baru kata Johny.

Johny juga menyebutkan Pemprov DKI Jakarta Gandeng BNN siapkan program pascarehabilitasi narkoba

Badan Narkotika Nasional mencatat 2,2 persen warga Indonesia, atau sekitar 3,8 hingga 4 juta orang menjadi korban penyalahgunaan narkoba pada 2015.

Demi mengurangi jumlah korban penyalahgunaan narkoba, Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol Johny P Latupeirissa mengatakan salah satu upaya adalah dengan rehabilitasi berkesinambungan seperti penanganan medis dan sosial dilanjutkan dengam program pascarehabilitasi.

Program ini lanjutan bagi mereka yang telah selesai menjalani rehabilitasi, di dalamnya diberikan kemampuam pencegahan kekambuhan serta vokasional atau pelatihan ketenagakerjaan,” kata Johny pada acara penandatangan perjanjian kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan BNNP Provinsi DKI Jakarta tentang dukungan layanan pascarehabilitasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 31Juli

Beberapa contoh bentuk kerjasama yang diberikan kepada mantan penyalahguna narkotika antara Iain Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan memfasilitasi Pelatihan Keterampilan Handycraft, Dinas Perindustrian memfasiltasi Pelatihan Fashrion, Dinas KUKM membantu Strategi Pemasaran dan Manajemen Keuangan, dan Dinas Pendidikan membantu Menangani Mantan Penyalahguna Narkoba yang ingin melanjutkan sekolah pada tingkat SD,SMP, SMA atau yang sederajat.

Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai rehabilitasi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Djarot menekankan korban narkoba harus ditempatkan pada tempat bekerja agar mereka produktif.

“Kita harus tempatkan mereka bekerja supaya produktif supaya tidak terjebak lagi. Sebelumnya, kita sudah kerja sama dengan BNNP lewat tes urin dengan aparatur dan anak sekolah,” jelas Djarot.

Menurut Djarot, salah satu faktor penyebab masyarakat berkecimpung dengan narkoba karena faktor ekonomi dan lingkungan.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *