Menkes Sebut RS Mitra Keluarga Bisa Dicabut Izinnya

Menkes Sebut RS Mitra Keluarga Bisa Dicabut Izinnya

Menkes Sebut RS Mitra Keluarga Bisa Dicabut Izinnya

Kabar47 –  Bayi Debora yang beberapa hari lalu meninggal akibat diduga terlambat mendapatkan penanganan medis saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Orang tua korban menjelaskan bahwa kala itu anaknya akan dimasukkan ke Pediatric Intensive Care Unit ( PICU ) namun karena orang tuanya tak dapat membayar uang administrasi sebesar Rp 19,6 juta sehingga membuat Mendagri angkat bicara.

Menurut Mendagri tak pantas sebuah rumah sakit tak mengutamakan pelayanan bagi pasien apalagi pasien yang dalam keadaan darurat dan membutuhkan pelayanan medis secara cepat. Rumah Sakit tak pantas memikirkan masalah uang ataupun administrasi terlebih dahulu. Ia menilai rumah sakit seperti ini patut menerima sanksi dari masyarakat dan pers dan ia juga mengingatkan agara masyarakat tak berobat di rumah sakit yang tak berperikemanusiaan.

jelaspoker

Bahkan Gubernur DKI Jakarta pun menilai seharusnya pihak rumah sakit tak sampai menelantarkan pasien karena ada peraturan yang menyatakan bahwa dokter dan rumah sakit harus mengutamakan pasien terlebih dahulu dan kini pihaknya sedang berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengambil langkah kedepannya mengenai keluarga dan Rumah Sakit yang bersangkutan.

Kini Nila F Moeloek yang merupakan Menteri Kesehatan akan memberikan sanksi bagi Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres berupa sanksi pidana maupun pencabutan izin usaha bila terbukti bersalah karena menyebabkan bayi Debora meninggal dunia. Sanksi nantinya dapat dilakukan secara bertahap seperti teguran dalam bentuk lisan maupun teguran keras hingga pencabutan izin Rumah Sakit.

Dan bila nantinya pihak Rumah Sakit terbukti melakukan pelanggaran tersebut, pihak Rumah Sakit dapat diganjar hukuman penjara selama 10 tahun penjara dan denda sebesar 1 Miliar dan dalam jangka waktu 2×24 jam pihaknya akan melakukan investigasi mendalam oleh tim investigasinya. Untuk sementara pihak Dinas Kesehatan menyatakan ada beberapa hal yang dianggap kelalaian yang dilakukan pihak Rumah Sakit.

Menurut Koesmedi Priharto selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pihak rumah sakit dianggap lalai karena pihak rumah sakit telah meminta pihak keluarga yang mencari rujukan pada rumah sakit lain. Seharusnya, pihak rumah sakitlah yang harus memberikan rujukan ke rumah sakit lainnya,bukan keluarga pasien.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *