Yenny Wahid Sebut Agama Bukan Pemecah Tapi Perilaku Pemeluk

Yenny Wahid Sebut Agama Bukan Pemecah Tapi Perilaku Pemeluk

Yenny Wahid Sebut Agama Bukan Pemecah Tapi Perilaku Pemeluk

Kabar47 –  Kabar kekerasan yang dirasakan oleh kaum etnis Rohingya yang tejadi di Rakhine, Myanmar menjadi bahan pembicaraan yang tak ada habisnya. Meski banyak etnis Rohingya yang sudah berhasil kabur dari Myanmar dan kini menuju Bangladesh, namun masih banyak juga dari mereka yang tertahan di Rakhine. Aksi kekerasan dari militer Myanmar menjadi sorotan mata dunia.

Pihak Indonesia sendiri dan atas nama Presiden dan masyarakat Indonesia mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya yang merupakan kaum minoritas di Myanmar. Berbagai cara pun dilakukan pemerintah agar Myanmar segera menghentikan kekerasan kepada etnis Rohingya salah satunya dengan mengirimkan Menteri Luar Negeri untuk menemui pimpinan Myanmar, Suu Kyi dan menuju ke Bangladesh untuk melihat para pengungsi Rohingya.

jelaspoker

Hasil pertemuan Menteri Luar Negeri dengan Suu Kyi, dijelaskan oleh Suu Kyi bahwa tidak benar militer Myanmar telah melakukan penyiksaan terhadap etnis Rohingya, justru militer lah yang telah menjaga kaum Rohingya di Myanmar. Kabar penyiksaan tersebut merupakan hoax yang dibuat-buat teroris demi kepentingan politik di Myanmar untuk menjatuhkan pemerintahan Suu Kyi.

Sementara Yenny Wahid yang kemarin melakukan pertemuan dengan Mike Pence selaku Wakil Presiden Amerika dengan sejumlah tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyatakan bahwa beberapa faktor digunakan untuk memecah belah bangsa dan persatuan namun yang paling cepat adalah dengan menggunakan isu agama.

Direktur Wahid Foundation tersebut mengungkapkan bahwa bukan agama yang bersalah, namun orang yang menggunakan isu agama demi kepentingannya sendirilah yang bersalah. Kini, isu-isu yang berkaitan dengan agama merupakan isu yang paling cepat menyebar dan paling sensitif, karena dapat langsung mengakibatkan pergesekan antara satu agama dengan agama lainnya padahal yang bersalah adalah orang yang menggunakan isu agama, bukan agamanya.

Menurutnya, agama mengajarkan sifat ke-Tuhanan yang wajib ditiru oleh para pemeluk agamanya, berarti agama mengajarkan kebaikan namun tak semua pemeluk agama dapat berlaku sesuai dengan yang diajarkan agama tersebut. Menurutnya orang yang menjadikan agama sebagai penguasa atau menganggap agama lain kafir, dialah orang yang dogmatik atau orang yang tersesat.

Seperti itu pula yang terjadi di Myanmar, bila memang para militer atau umat Buddha garis keras telah melakukan kekerasan kepada etnis Rohingya, yang bersalah adalah mereka sendiri bukan agamanya. Agama tak pernah mengajarkan untuk menyakiti sesama makhluk hidup. Jadikan perbedaan itu indah dan harmonis.

AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | JELASPOKER

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *