Jenderal Gatot Minta Jokowi Beri Tumpeng Ke Pembersih PKI

Jenderal Gatot Minta Jokowi Beri Tumpeng Ke Pembersih PKI

Jenderal Gatot Minta Jokowi Beri Tumpeng Ke Pembersih PKI

Kabar47 –  Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI saat berpidato dalam acara peringatan HUT TNI ke-72 yang dilaksanakan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten mengatakan bahwa memohon kepada Presiden Joko Widodo sesaat setelah pembacaan doa agar dapat berkenan memotong tumpeng kemudian menyerahkannya kepada kepada tiga orang perwakilan dari para pejuang, dan prajurit TNI yang turut hadir.

Ketiga orang yang nantinya akan menerima potongan tumpeng dari Presiden Jokowi yakni Letnan Jenderal Eddy Rahmayadi, Paimin dan KH Sholeh Qosimkata. Gatot dakam kesempatan itu mengatakan bahwa Paimin lahir di Bantul, Yogyakarta 10 maret 1926. Beliau merupakan veteran dari pejuang kemerdekaan sebagai tentara pelajar yang berjuang pada tahun 1946 masuk BKR sampai tahun 1949.

jelaspoker

Paimin mengikuti perjuangan agresi militer I dan II di Yogyakarta. Kini umurnya telah 92 tahun, pada tahun 1950 sampai 1970 bertugas di batalyon 439 dan batalyon 413 dan kostrad Jakarta. Selama itu ia menumpas DI/TII dan pembersihan sisa-sisa dari PKI yang ada di Jawa Tengah. Isu mengenai kebangkitan PKI sempat menjadi sorotan masyarakat pada September 2017. Saat itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turut mengingatkan mengenai bahaya kebangkitan dari komunis. Ia juga menginstruksikan seluruh anggotanya agar memutar kembali film pengkhianatan G30s/PKI di tiap daerah.

Penerima tumpeng yang kedua yakni KH Sholeh Qosim atau kyai kosim. Ia adalah pimpinan dari Pondok Pesantren Bahauddin, Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau merupakan sosok laskar Sabibilah 1943 yang merupakan pimpinan dari Kiai Haji maskur beserta Barisan Hizbullah pada 10 November di Surabaya. Peran beliau untuk perjuangan yakni mengajak umat Islam agar bersatu melawan Belanda dan para sekutunya.

Selain itu, ada juga penerima tumpeng ketiga yakni perwakilan dari TNI masa kini yaitu Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang awalnya bertindak sebagai komandan upacara. Gatot menjelaskan bahwa Edy merupakan sosok Panglima Komando Cadangan Strategis dari Angkatan Darat. Gatot juga meminta kepada masyarakat agar tak meragukan kesetiaan dari TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gatot menegaskan bahwa TNI akan terus menjunjung tinggi sumpah prajurit dan setia kepada NKRI yang sudah berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *