KPK Tetapkan Sudiwardono Dan Aditya Moha Tersangka

KPK Tetapkan Sudiwardono Dan Aditya Moha Tersangka

KPK Tetapkan Sudiwardono Dan Aditya Moha Tersangka

Kabar47 –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sudah menetapkan Sudiwardono selaku Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) dan Aditya Anugrah Moha selaku anggota DPR dari Komisi XI fraksi Partai Golkar sebagai tersangka atas dugaan korupsi suap. Korupsi suap tersebut terkait dengan adanya putusan banding atas perkara kasus korupsi dari Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010 silam.

Laode M Syarif selaku Wakil Ketua KPK saat melakukan konferensi pers di Jakarta menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan 1×24 jam kemudian melakukan gelar perkara, dan disimpulkan bahwa adanya dugaan atas tindak pidana korupsi dengan penerimaan hadiah atau janji kepada ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara, maka KPK sudah meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan akhirnya menetapkan 2 orang tersangka yakni sebagai penerima SDW (Sudiwardono) yaitu ketua PT Sulut sebagai ketua dari majelis hakim dan sebagai sosok pemberi AAM (Aditya Anugrah Moha) yang merupakan anggota DPR Komisi XI periode 2014-2019.

jelaspoker

Konferensi pers tersebut dilakukan bersama dengan Agung Sunarto selaku Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung (MA), Suhadi selaku Juru Bicara MA yang merupakan Ketua Umum Ikatan Hakim juga Abdullah Sudiwarsono selaku Kepala Biro Hukum dan Humas MA dan juga Aditya yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada sebuah hotel di daerah Pecenongan Jakarta Pusat pada Jumat malam dengan ditambah barang bukti sebesar 64 ribu dolar Singapura.

Marlina merupakan sosok ibu dari Aditya yang sudah divonis pada Juli 2017 silam oleh Pengadilan Negeri Manado dengan hukuman selama 5 tahun kurungan penjara serta denda Rp 200 juta dan ada juga uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim sendiri menilai bahwa Marlina terbukti sudah melakukan tindakan korupsi TPAPD Bolaang Mongondow sebesar Rp1,25 miliar saat ia masih menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow tahun 2010 silam.

KPK juga sempat mengamankan 23 ribu dolar Singapura sebagai sisa dari pemberian pertama pada bulan Agustus 2017 serta 11 ribu dolar Singapura yang juga diamankan dari mobil Aditya. KPK kini terus mengembankan kasus tersebut termasuk mengenai adanya keterlibatan pihak lain serta asal usul dari uang yang diberikan kepada Sudiwardono.

Sudiwardono sebagai penerima kini disangkakan pasal Pasal 12 huruf c atau pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *