Meski Pengurus Saracen Akui Tak Saling Kenal Polisi Tetap Periksa

Meski Pengurus Saracen Akui Tak Saling Kenal Polisi Tetap Periksa

Meski Pengurus Saracen Akui Tak Saling Kenal Polisi Tetap Periksa

Kabar47 –  Kombes Pol Slamet Pribadi selaku Humas Mabes Polri saat ini tengah melakukan upaya penyidikan terhadap kelompok yang menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, serta SARA yakni Grup Saracen. Pihaknya mengatakan bahwa tidak masalah bila seluruh saksi-saksi dan tersangka yang terlibat dalam kelompok ini mengaku bahwa mereka tidak saling mengenal. Namun yang kini menjadi dasar hukum atas pembuktian penyidikan adalah hasil dari pemeriksaan, fakta serta buktinya.

Dan untuk pihak yang diduga sudah menjadi pemesan jasa dari Saracen ataupun pemberi dana kelompok ini, Slamet menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat menyebutkan nama-nama tersebut. Mengenai substansi, ia tidak dapat menyampaikan secara terperinci karena pihaknya telah terikat dengan UU TPPU dan UU perbankan, jadi profil penyimpan serta simpanan tidak boleh disampaikan.

jelaspoker

Pada Rabu kemarin pihak penyidik dari Bareskrim Polri sudah sempat memeriksa bendahara Saracen yakni Mirda alias Retno sebagai saksi. Bareskrim Polri juga sempat memeriksa Dwiyani dan Riandini. Keduanya baru dapat memenuhi panggilan kedua pada Kamis lalu setelah sebelumnya mangkir dalam agenda pemeriksaan pertama pada Senin lalu.

Dwiyani merupakan seorang saksi yang disebutkan sebagai anggota dari Saracen dan pernah memberikan uang senilai Rp 1 juta kepada Bendahara Saracen yakni Mirda alias Retno. Hal tersebut juga disampaikan oleh pengacara Dwiyani bernama Burhanudin, sebagaimana kesaksian dari sang klien. Dwiyani sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi atas tersangka Jasriadi yang merupakan Ketua Saracen.

Uang Rp 1 juta tersebut dianggap sebagai sebuah ucapan terima kasih kepada Jasriadi karena telah membantu untuk memublikasikan kegiatan Tamasya Al Maidah. Publikasi itu ternyata dilakukan melalui media sosial Jasriadi. Namun Jasriadi meminta agar uang Rp 1 juta itu tidak dikirim ke rekening pribadinya, namun ke rekening Retno. Burhanudin juga mengaku tidak tahu apa alasan dari permintaan tersebut. Ia juga tidak mengetahui apa kaitan Jasriadi dengan Retno.

Sebelumnya, Tamasya Al Maidah adalah sebuah gerakan yang telah diprakarsai sejumlah tokoh agama. Mereka kemudian mengajak warga muslim dari luar Jakarta untuk dapat menjaga TPS dalam Pilkada DKI putaran kedua pada 19 April 2017 lalu sebagai saksi.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *