Bantuan Pangan Untuk Rohingya Banyak Yang Meleset

Bantuan Pangan Untuk Rohingya Banyak Yang Meleset

Bantuan Pangan Untuk Rohingya Banyak Yang Meleset

Kabar47 –  Dibagikannya bantuan untuk ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya melalui Program Pangan Dunia (WFP) dikatakan kurang efektif. Karena banyak pengungsi yang mendapatkan bantuan lebih kemudian menukarnya pada kebutuhan pokok yang lain. Salah satu pengungsi Rohingya bernama Rashida Begum dimana mengungsi pada Kamp Jamtoli, Ukhia, Cox’s Bazar, mengatakan ia menjual sejumlah bantuan bahan makanan yang ia dapatkan dua minggu sekali.

Uang dari hasil penjualan kemudian ia beli sayur-mayur maupun daging. Nyatanya, pihak Bangladesh sendiri sudah melarang dilakukannya praktik tersebut. Rashida juga memilih untuk menjual sebanyak tujuh liter minyak goreng dengan setengah harga dari harga pasaran disana. Berbeda dengan tetangganya yang menjual beras 50 kilogram dengan seharga Rp 203 ribu saja.

jelaspoker

Kondisi dalam keluarga Rashida tidak sama dengan para pengungsi etnis Rohingya yang lain seperti Muhammad Javed. Ia yang masih berumur 18 tahun menyatakan jika bantuan yang ia diterima melalui WFP tidak mencukupi. Karena untuk anggota keluarganya totalnya sebelas orang. Agar semua bisa kebagian, mereka terpaksa makan satu kali dalam sehari.

WFP tiap dua minggu sekali akan memberikan bantuan dengan jumlah yang sama untuk semua pengungsi etnis Rohingya. Bantuan tersebut berupa kacang-kacangan, beras, serta minyak sayur. Pejabat disana kini sudah mengetahui perihal tersebut namun tidak dapat mencegahnya. Seluruh warga akan diberikan bantuan yang sama meskipun banyak jumlah anggota keluarganya.

Ali Hossain selaku Wakil Komisioner Cox’s Bazar menyatakan jika pihaknya tidak memiliki cukup waktu untuk dapat menghitung berapa jumlah pasti semua anggota keluarga. Pihaknya cuma menghitung berdasarkan perkiraan kasar saja. Polisi Perbatasan Bangladesh (BGB) belakangan ini telah mengamankan setidaknya 25 pengungsi Rohingya yang kedapatan menjual bantuan pangan mereka. Tetapi seluruhnya dilepaskan kembali dan hanya diberi peringatan.

BGB pun sempat mengamankan sepuluh warga Bangladesh yang tertangkap tangan ingin membeli jatah bantuan untuk etnis Rohingya. Hossain mengatakan, masing-masing dari mereka nantinya akan dihukum penjara 1 sampai 6 bulan. Walaupun demikian, hukuman tersebut tidak menghentikan transaksi jual beli dari jatah bantuan etnis Rohingya.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *