Buni Yani Akan Hadapi Sidang Vonis Dituntut 2 Tahun Penjara

Buni Yani Akan Hadapi Sidang Vonis Dituntut 2 Tahun Penjara

Buni Yani Akan Hadapi Sidang Vonis Dituntut 2 Tahun Penjara

Kabar47 –  Buni Yani yang merupakan terdakwa kasus pelanggaran terhadap UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) akan menjalani sidang vonis tepat hari ini pada Gedung Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kota Bandung, hari Selasa. JPU sendiri telah memberikan vonis vonis dua tahun penjara. Menjelang vonis, Buni Yani mengatakan sudah menjumpai Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin. Kedatangannya untuk dapat mengadukan adanya kejanggalan dalam proses hukumnya.

Cukup banyak masalah yang diceritakan oleh Buni Yani pada Fadli Zon saat pertemuan tersebut. Salah satunya tentang semua pekerjaannya layaknya riset maupun kegiatan akademik harus terhenti akibat mengikuti proses hukum untuk kasusnya. Buni menyatakan jika kasusnya telah dikaitkan pada kepentingan politik. Ia membantah tuduhan bahwa sudah melakukan ujaran kebencian mengenai video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku mantan Gubernur DKI Jakarta dimana membicarakan surat Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

jelaspoker

Ia menuturkan bahwa tidak mungkin sudah melakukan ujaran kebencian mengenai Ahok. Buni menjelaskan jika dirinya lahir melalui keluarga maupun lingkungan yang cukup plural. Bukan cuma di lingkungan keluarga, Buni mengatakan ia menjadi minoritas ketika berkuliah S1 di Bali, berkuliah S2 di Amerika Serikat sampai melakukan penelitian di Belanda serta Filipina.

Karenanya ia mengaku tidak mungkin melakukan ujaran kebencian mengenai isu SARA dan Ahok. Tuduhan serta dakwaan itu adalah sebuah bentuk kriminalisasi dan tidak berdasar. Mengenai pemotongan video pidato Ahok, Buni Yani mengatakan jika dirinya cuma sekedar mengunggah video melalui akun media NKRI pada akun Facebook. Ia menegaskan tidak mentranskrip isi pidato Ahok serta cuma mengajak netizen melakukan diskusi tentang isi video tersebut melalui akun Facebook miliknya.

Buni menyatakan bahwa tidak ada unsur pidana atas tindakannya itu. Hal tersebut dikuatkan oleh keterangan dari sejumlah ahli bahasa maupun ahli hukum jika tidak terdapat ujaran kebencian mengenai tulisannya atas video pidato Ahok dalam akun Facebooknya. JPU Kejati Jabar sebelumnya menuntut Buni Yani selama dua tahun penjara. Terdakwa atas kasus pelanggaran Undang-Undang ITE itu dikatakan sudah terbukti melakukan pelanggaran serta melawan hukum mengenai ITE.

BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *