Kemenperin Galang Santripreneur Dongkrak Ekonomi Syariah

Kemenperin Galang Santripreneur Dongkrak Ekonomi Syariah

Kemenperin Galang Santripreneur Dongkrak Ekonomi Syariah

Kabar47 –  Belakangan ini pihak dari Kementerian Perindustrian mencari kemandirian dalam industri nasional menggunakan basis syariah dengan proyek percontohan untuk santripreneur. Hal tersebut adalah program untuk pengembangan industri kecil serta menengah (IKM) pada lingkungan pondok pesantren. Kemenperin Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal IKM dari kurun waktu tahun 2013 sampai 2015 menyatakan jika Direktorat Jenderal IKM saat ini sudah membina sejumlah pondok pesantren menggunakan pelatihan tematik dan sudah disesuaikan pada kebutuhan serta potensi industri yang ada dalam pondok pesantren.

Dari hasil data oleh Kementerian Agama tahun 2014 silam, pondok pesantren yang terdapat di Indonesia ada sekitar 27.290 lembaga dan untuk jumlah santrinya sendiri sudah mencapai 3,65 juta orang. Ini adalah sebuah potensi untuk dapat ditumbuhkannya wirausaha baru untuk sektor IKM di Indonesia. Pada implementasinya, pihaknya mempunyai dua model agar dapat mencapai sasaran itu. Yang pertama yaitu Santri Berindustri dan yang kedua yakni Pesantren Berkreasi.

jelaspoker

Untuk model pada Santri Berindustri, ia mengatakan jika fokus dalam pengembangan unit industri yang sudah ada dengan sumber daya manusia pada lingkungan pondok pesantren dimana terdiri atas santri maupun alumni santri.

Nantinya Santri Berkreasi adalah sebuah kegiatan pelatihan serta pendampingan untuk pengembangan potensi untuk kreatif seluruh santri atau alumni yang terpilih melalui sejumlah pondok pesantren. Mereka diajarkan agar dapat menjadi orang yang profesional dalam bidang seni multimedia animasi maupun visual sesuai dengan standar industri.

Sebelumnya juga telah berjalan program pilot project santripreneur yang sudah ada seperti pada Pondok Pesantren Sunan Drajat, yakni adanya program bimbingan teknis untuk mengelola ikan dengan bantuan peralatan, ditambah bimbingan teknis untuk membuat alas kaki. Program selanjutnya yakni melakukan bimbingan teknis untuk membuat lampu LED serta merevitalisasi industri garam.

Agar bisa menyukseskan program Santripreneur tersebut, pihak dari Bank Indonesia (BI) juga mengambil bagian untuk memberikan fasilitas berupa inkubator bisnis syariah tentang keuangan mikro syariah maupun nonkeuangan layaknya agrobisnis dan juga perdagangan dan jasa. Sejumlah program yang diberikan, yakni adanya pelatihan motivasi usaha serta penyusunan bisnis plan, Pelatihan untuk rapid rural appraisal (RRA), melatih penyusunan feasibility study (FS), pelatihan dalam strategi marketing, ditambah dengan pelatihan hukum bisnis, fiqih mualah serta akad dalam perbankan syariah.

AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *