Megawati Hadapi Momentum Yang Buat Nyali Ciut

Megawati Hadapi Momentum Yang Buat Nyali Ciut

Megawati Hadapi Momentum Yang Buat Nyali Ciut

Kabar47 –  Beberapa partai politik sudah selesai dalam mendeklarasikan calon yang nantinya segera diusung di dalam Pilkada Serentak tahun 2018 mendatang. Layaknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dimana secara kompak memastikan diri untuk mengusung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat.

Akhirnya, juga ada Khofifah Indar Parawansa selaku Menteri Sosial yang didukung oleh NasDem untuk dapat bertarung pada Pilgub Jawa Timur tahun 2018 mendatang. Sementara itu Deddy Mizwar yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bertarung di Pilgub Jabar tahun 2018 yang akan datang. Langkah itu rupanya menjadikan nyali dari Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan itu menciut. Perasaan itu diakui Megawati di depan para kadernya.

jelaspoker

Megawati saat ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan mengatakan bila dapat dilihat, partai tersebut adalah gabungan dari partai yang telah memiliki calonnya dan hal itu yang membuat dirinya semakin menciut. Namun ia akan tetap berpegang pada ketum bahwa kemenangan tersebut nantinya bukan hanya untuk pemenang, namun untuk PDIP dan masyarakat. Mega menuturkan untuk dapat memilih seorang calon yang nantinya diusung dalam Pilkada Serentak bukan hal yang mudah. Apalagi dirinya yang merupakan seorang ketua umum diwajibkan agar dapat memilih melalui penilaian objektif bukan dari penilaian subjektif.

Ada dua hal untuk bisa didepankan yakni pada proses dalam menjadikan seorang calon menjadi sah dalam pemenangan. Yang kedua yakni apakah calon tersebut mampu saat akan diserahkan tugas hingga lima tahun kedepan . Ia sendiri berulang kali mengatakan jika PDIP wajib mencari pemimpin dalam suatu wilayah. Insya Allah bila calon tersebut dapat menjadi pemenang dan itu adalah hal yang tidak mudah. Ia juga mengatakan untuk diri sendiri agar tidak bersikap secara subjektif namun harus secara objektif. Tidak ada kata like maupun dislike namun harus positif. Ternyata hal tersebut bukan perkara yang mudah.

Di samping itu Mega turut menyinggung mengenai tujuannya dalam memilih pemimpin dalam memperbaiki roda pemerintahan. Menurutnya bila seorang pemimpin agama dapat diserahkan seluruh tugasnya untuk imam dalam agama itu, maka dalam mencari pemimpin bukan untuk roda pemerintahan. Maka ia tidak akan memilih bagi pemimpin agama. Jika agama, semuanya akan diserahkan untuk pendeta dalam memimpin agamanya.

AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *