Moon Jae In Dulu Anak Pengungsi Korut Kini Presiden Korsel

Moon Jae In Dulu Anak Pengungsi Korut Kini Presiden Korsel

Moon Jae In Dulu Anak Pengungsi Korut Kini Presiden Korsel

Kabar47 –  Moon Jae-in selaku Presiden Korea Selatan akan berkunjung ke Indonesia selama tiga hari dalam rangka kunjungan kerja. Setelah menjamu Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat di Seoul, Presiden Moon segera berangkat ke Jakarta dalam rangka menjumpai Presiden Joko Widodo. Presiden Moon datang dari hari Rabu malam kemudian akan mengadakan sejumlah pertemuan dengan Presiden Jokowi, hari Kamis di Istana Bogor.

Moon sedang gencar dalam membangun hubungan baik kepada sejumlah pemimpin negara sahabat sesaat setelah ia menggantikan Park Geun-hye yang merupakan pendahulunya dimana dimakzulkan atas kasus korupsi. Moon juga memilih Indonesia untuk negara yang pertama dari tiga negara untuk kunjungan kenegaraan pertama ke luar negeri sebagai seorang Presiden dari Korea Selatan.

jelaspoker

Negara di Asia Tenggara yang ia datangi walaupun sedang terjadi ketegangan di Semenanjung Korea dimana terus memanas atas ambisi nuklir dari Korea Utara. Ia yang merupakan Presiden Korsel yang ke-12 telah dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor hari Kamis. Isu yang diperkirakan akan dijadikan topik pembicaraan yakni tentang nuklir Korea Utara. Ambisi Korut untuk mempunyai rudal serta senjata nuklir dikatakan merupakan fokus Moon ketika melakukan pertemuan bilateral kepada Jokowi. Ia dikatakan akan meminta Jokowi agar dapat mendukung kebijakannya untuk menghadapi kepemimpin Korea Utara yakni Kim Jong Un.

Walaupun begitu, Moon yang sudah menang melalui pemilihan Presiden di Korea Selatan dengan platform cukup bersahabat kepada Korea Utara, berbeda pada pemerintahan sebelumnya yakni mantan Presiden Park Geun-hye. Presiden Park memiliki sikap yang cukup keras yakni menekankan sanksi serta embargo dalam membungkam ambisi senjata dari Kim Jong Un dan Moon ingin merubahnya.

Saat memenangkan pemilihan Presiden bulan Mei kemarin, ia berharap dapat menyelesaikan cekcok dari Korea Selatan dengan Korea Utara menggunakan dialog, walaupun sanksi pun terus diterapkan. Moon optimis bahwa kesuksesan pemerintahnya agar dapat rujuk pada rezim Korut tergantung dari komunikasi oleh kedua belah pihak.

Sikap Moon kepada Pyongyang yang dikatakan cukup bersahabat tersebut juga tidak terlepas oleh riwayatnya yakni merupakan seorang anak dari pengungsi di Korea Utara. Kedua orang tuanya saat itu melarikan diri melalui Korea Utara ketika Perang Korea pecah pada tahun 1950 hingga 1953. Moon lahir pada Pulau Geoje tahun 1953 lalu sebelum anggota keluarganya menetap pada selatan kota Busan. Ia yang merupakan mahasiswa jurusan hukum, juga sempat ditahan akibat ikut berdemo dalam melawan kediktaktoran dari Presiden Park Chung-hee, yang merupakan ayah Geun-hye, tahun 1970 silam.

Moon menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi seorang presiden yang dapat membawa perdamaian serta kesejahteraan untuk seluruh rakyat Korea.

AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *