Perang Dingin Masalah Kasus KPK Dan Setya Novanto

Perang Dingin Masalah Kasus KPK Dan Setya Novanto

Perang Dingin Masalah Kasus KPK Dan Setya Novanto

Kabar47 –  Pihak dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengumumkan bahwa Setya Novanto kembali menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi mega proyek e-KTP. Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK menyatakan bila KPK mempunyai bukti yang sangat relevan terhadap penetapan status tersangka untuk Setya Novanto.

Ia mengatakan jika Setya Novanto sebagai Ketua DPR bersama dengan Andi Agustinus dan Anang Sudiharjo Irman serta Sugiharto, diduga sudah memberi untung bagi pihak lain dan korporasi atas jabatan maupun kewenangannya. Novanto selaku ketua DPR serta ketua umum Partai Golkar kemudian dinyatakan sudah melanggar pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

jelaspoker

Penetapan tersangka ini adalah kali kedua untuk Novanto. Sebelumnya, pihak dari KPK sendiri pernah menetapkan Novanto sebagai tersangka. Tetapi status tersebut batal ketika Novanto memenangkan sidang praperadilan. Saat penetapan tersangka yang pertama, Novanto kemudian melaporkan Agus Rahardjo selaku Ketua KPK dan Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK.

Agus dan Saut sebelumnya dilaporkan akhir Oktober tahun 2017 dengan dugaan telah mengeluarkan surat palsu serta disalah gunakannya wewenang dan tertera pada Pasal 253 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP. Agus dan Saut dinyatakan sudah menyalahgunakan wewenangnya usai mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri untuk Novanto pada pihak Imigrasi tanggal 2 Oktober kemarin.

Diterbitkannya surat untuk mencegah ke luar negeri tersebut dikatakan oleh kuasa hukum sudah melangggar hukum karena Novanto sendiri telah memenangkan sidang praperadilan untuk status tersangka mega proyek e-KTP. Walaupun SPDP sudah dikeluarkan, namun status Agus dan Saut masih sebagai terlapor, bukan sebagai tersangka.

Saat ini setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka, Novanto juga kembali melaporkan KPK pada Polri. Fredrich Yunadi selaku Kuasa Hukum Setya Novanto, resmi melaporkan hari Jumat malam lalu. Fredrich mengatakan jika KPK sudah melanggar putusan sidang praperadilan.

Pada sidang praperadilan lalu, Cepi Iskandar selaku Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan jika penetapan tersangka dugaan korupsi mega proyek e-KTP kepada Setya Novanto tidak sah. Putusan tersebut diambil saat hakim mengabulkan tiga poin dari tujuh poin atas gugatan yang dilayangkan oleh Novanto.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *