Abbas Minta Pemimpin Dunia Intervensi Pemindahan Kedubes AS

Abbas Minta Pemimpin Dunia Intervensi Pemindahan Kedubes AS

Abbas Minta Pemimpin Dunia Intervensi Pemindahan Kedubes AS

Kabar47 –  Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina berharap agar Paus Fransiskus serta para pemimpin negara besar supaya bisa mengintervensi keputusan Presiden Donald Trump dalam memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat kepada Israel dari Tel Aviv menuju Yerusalem, kota yang tengah menjadi rebutan.

Permintaan tersebut diungkapkan langsung oleh Abbas usai ia mendapatkan telepon dari Presiden Donald Trump agar membicarakan pemindahan kedubes itu walaupun tanpa rincian waktu. Melalui semua pemimpin tersebut, salah satu tokoh yang memegang peranan penting untuk kisruh tersebut yakni Raja Abdullah karena Yordania sebagai pelindung situs suci umat Kristen, Islam, dan Yahudi di Yerusalem.

jelaspoker

Raja Abdullah juga mengingatkan Trump jika keputusan itu bisa berisiko besar kepada upaya perdamaian dari Israel dengan Palestina sebab kedua negara itu sampai saat ini memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota. Yordania juga segera menggelar pertemuan darurat kepada sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam membahas keputusan Amerika.

Di sisi lain Vladimir Putin selaku Presiden Rusia pun menyatakan dukungannya untuk Abbas. Ia menyatakan, Rusia akan selalu mendukung upaya perundingan damai dari Israel dengan Palestina, termasuk tentang status Yerusalem.

Kecaman pun ternyata datang melalui beberapa tokoh lain, salah satunya Federica Mogherini selaku diplomat senior Uni Eropa dimana menyatakan jika tindakan unilateral yang berpotensi merusak kesempatan damai mesti dihindari. Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga buka suara dengan menyatakan bahwa dia akan menentang keras tindakan yang bisa merusak solusi dari kedua negara.

Isu tentang dipindahkannya kedubes Amerika ini dijadikan sorotan luas sebab selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem merupakan ibu kota masing-masing negara. Israel merebut Yerusalem ketika perang Timur Tengah tahun 1967 silam. Mereka lalu mencaplok daerah tersebut, namun tidak diakui dari masyarakat internasional.

Dalam menyatakan sikap penolakan itu, tidak terdapat negara asing yang membangun kantor perwakilannya bagi Israel di Yerusalem. Tetapi pada Oktober tahun 1995, Kongres Amerika meloloskan hukum dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel lalu mengesahkan pendanaan dipindahkannya kantor kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv menuju Yerusalem. Walaupun demikian, sampai kini, tidak ada satu pun presiden Amerika yang menerapkan hukum tersebut.

AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *