Akankah Setya Novanto Kembali Lolos Dari Jerat KPK

Akankah Setya Novanto Kembali Lolos Dari Jerat KPK

Akankah Setya Novanto Kembali Lolos Dari Jerat KPK

Kabar47 –  Setya Novanto sebelumnya sudah mengajukan sidang praperadilan untuk melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Direncanakan bahwa sidang perdana segera digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari Kamis ini.

Sidang praperadilan ini bukanlah kali pertama. Novanto sempat terbebas dari status tersangka, usai praperadilan yang diajukan dikabulkan oleh hakim. Ia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi mega proyek e-KTP oleh KPK tanggal 17 Juli 2017 lalu. Ia kemudian mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan tanggal 4 September. Gugatan terdaftar dengan nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel.

Terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari sampai akhirnya hakim mengabulkan praperadilan. Yang pertama, hakim melihat bahwa penetapan tersangka Novanto oleh KPK telah dilakukan pada awal penyidikan. Nyatanya menurut Hakim, sepantasnya penetapan tersangka dilakukan pada akhir tahap penyidikan sebuah perkara.

jelaspoker

Lalu hakim pun mempermasalahkan mengenai alat bukti yang dipakai KPK. Hakim mengatakan alat bukti yang diajukan datang melalui penyidikan kepada Irman dan Sugiharto selaku mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang telah divonis bersalah karena terbukti korupsi mega proyek E-KTP.

Hakim menuturkan alat bukti yang telah digunakan pada perkara sebelumnya tidak dapat digunakan dalam menangani perkara selanjutnya. Tidak lama kemudian, KPK lalu menetapkan Novanto kembali sebagai tersangka. Penetapan tersebut lalu ditanggapi dengan mengajukan kembali sidang praperadilan.

KPK kemudian sudah menyerahkan berkas perkara Novanto pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Terlihat sebuah troli berkas atas nama terdakwa Setya Novanto dibawa tim jaksa dari KPK.

Bila merujuk dari ketentuan Pasal 82 ayat 1 huruf d Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), jika pada sebuah suatu perkara mulai diperiksa pengadilan negeri, dan pemeriksaan tentang permintaan untuk praperadilan belum selesai, maka permintaan itu dianggap gugur.

Karena itu sudah semestinya sidang praperadilan yang diajukan oleh Novanto dianggap gugur oleh hakim tunggal. Sebab berkas perkara telah diserahkan ke pengadilan pokok perkara untuk diperiksa. Hal sama sempat terjadi ketika politisi Demokrat yakni Sutan Bhatoegana, mengajukan sidang praperadilan. Hakim mengatakan gugatan itu gugur sebab berkas perkara sudah diterima oleh Pengadilan Tipikor.

Walaupun demikian, Fredrich Yunadi selaku pengacara Setya Novanto menyatakan jika praperadilan yang diajukan kliennya baru dapat gugur jika dakwaan telah dibacakan dalam pengadilan. Karenanya kini kelanjutan sidang praperadilan Novanto segera ditentukan dari keputusan Hakim Kusno, selaku hakim tunggal yang ditunjuk dalam mengadili gugatan sidang praperadilan yang diajukan oleh Novanto.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *