Paus Berikan Alasan Hindari Kata Rohingya Selama Di Myanmar

Paus Berikan Alasan Hindari Kata Rohingya Selama Di Myanmar

Paus Berikan Alasan Hindari Kata Rohingya Selama Di Myanmar

Kabar47 –  Paus Fransiskus menyelesaikan kunjungannya beberapa waktu lalu ke Myanmar serta Bangladesh dalam memberikan pesan kemanusiaan karena konflik di Rakhine. Paus pun membeberkan alasannya tidak memakai istilah ‘Rohingya’ saat berada di Myanmar. Paus mengatakan jika ia juga sempat menangis ketika bertemu pengungsi Rohingya hari Jumat lalu di Bangladesh

Sebelumnya diketahui Paus tidak memakai istilah Rohingya di depan umum ketika melakukan serangkaian kunjungan ke Myanmar. Kelompok agama Budha mayoritas di Myanmar tak mau mengakui keberadaan Muslim Rohingya merupakan satu kelompok etnis maupun identitas. Mereka juga menganggap etnis Rohingya adalah imigran ilegal dari Bangladesh.

jelaspoker

Pejabat dari Katolik Roma di Myanmar telah memberikan pesan untuk Paus sebelum berkunjung supaya tak memakai istilah Rohingya sebab dikhawatirkan dapat memicu serangan balik kepada kaum Kristen maupun kelompok minoritas yang lain.

Paus berjumpa pada pemimpin militer Myanmar hari Senin lalu, tak lama usai mendarat di Yangoon. Pertemuan itu sebenarnya dijadwalkan hari Kamis pagi namun pihak militer dengan tiba-tiba berharap dimajukan. Karenanya pihak militer berjumpa Paus sebelum bertemu pimpinan sipil, tak seperti yang sebelumnya direncanakan.

Ketika ditanya wartawan kenapa Paus memakai kata Rohingya saat pertemuan kepada junta militer, Paus Fransiskus menjawab secara diplomatis dimana mengutip peribahasa dari bahasa Latin “Intelleigenti Pauca”, dimana artinya “Sedikit kata-kata telah cukup untuk mereka yang mengerti.”

Berita terakhir, para pengungsi Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh telah mencapai 625.000 orang agar dapayt menghindari kekerasan oleh pihak militer Myanmar dimana membalas serangan dari kelompok militan Rohingya menuju pos polisi dan militer tanggal 25 Agustus kemarin.

Dari pengakuan para pengungsi, beberapa desa warga Rohingya dibakar hingga habis, sebagian penduduk dibunuh, kaum wanita juga diperkosa. Namun pihak militer tidak mengakui tuduhan dilakukannya pembersihan etnis seperti yang dikatakan oleh pihak Amerika maupun PBB.

Sebelumnya sejumlah kelompok pembela hak azasi manusia mengecam aksi dari Aung San Suu Kyi selaku pemimpin de facto Myanmar yang merupakan pemenang hadiah Nobel Perdamaian yang juga pernah dijadikan tahanan rumah selama 15 tahun sebelum ikut dalam pemilihan umum tahun 2015. Jumat lalu, Paus Fransikus melakukan pertemuan dimana berlangsung dengan emosional kepada para pengungsi Rohingya di Dhaka, Ibukota Bangladesh.

AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *