Saya Menganggap HIV Di Tubuh Saya Adalah Anugerah

Saya Menganggap HIV Di Tubuh Saya Adalah Anugerah

Saya Menganggap HIV Di Tubuh Saya Adalah Anugerah

Kabar47 –  Ia menganggap HIV dalam tubuhnya merupakan anugerah. Itu adalah pengakuan dari Vt salah satu ibu rumah tangga dengan dua anak juga satu orang suami yang terinveksi HIV (ODHA). Warga yang tinggal Kota Bengkulu itu berani tampil ke publik lalu membuka jati dirinya yakni ODHA.

Vt mengatakan jika sebelum menikah pada suaminya yang kedua, ia menikah pada salah satu pria tahun 2006, tetapi bercerai tahun 2010. Pernikahan pada suaminya yang pertamanya, Vt tak mendapatkan anak. Lalu tahun 2013, mantan suaminya sakit kemudian diketahui terjangkit HIV.

jelaspoker

Dan tahun 2011, Vt kemudian menikah pada pria lain dan mempunyai dua orang anak sampai saat ini. Ia lalu dihubungi mantan suami agar melakukan tes HIV/AIDS. Ketika itu ia cukup khawatir dan berusaha tegar menerima kenyataan jika ia pun terkena HIV, sebelum melakukan tes pada dirinya.

Langit seperti runtuh ketika mengetahui jika hasil tesnya positif HIV. Vt khawatir kedua anaknya serta suaminya kini juga terjangkit HIV. Namun hasilnya negatif. Test pun dilakukan pada dua anak serta sang suami. Ia sangat lega ketika orang-orang yang ia cintai itu tidak terjangkit HIV/AIDS.

Ia sangat bersyukur ketika suami, anak maupun keluarga besarnya terima atas keberadaannya kini. Vt menceritakan ketika dirinya layaknya orang yang patah arang divonis HIV, ia lalu berkenalan pada Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi (KIPAS).

Ia lalu diberikan bimbingan, motivasi agar berjuang menjalani hidup yang akan didampingi Yayasan Kipas. Ia pun bersedia menjalani beberapa penilaian (asessment) dan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dengan teratur. Hingga empat tahun, Vt mengonsumsi ARV sampai virus di tubuhnya menjadi lemah dan tak menular ke anak dan suaminya.

Pengidap ODHA membuat Vt semakin aktif untuk gerakan sosial membantu rekannya yang terkena ODHA. Dengan Yayasan Kipas, ia menangani ratusan ODHA yang lain. Ia menganggap HIV dalam tubuhnya merupakan anugerah. Ia bisa melakukan pekerjaan sosial mendampingi ODHA lainnya di Bengkulu. Asal pengidap teratur mengonsumsi ARV, pola hidup yang sehat dan selalu optimistis, maka semuanya akan sehat.

Jika dahulu ia yang menerima layanan, kini ia yang memberikan pelayanan. Itu adalah pekerjaan yang cukup mengasyikkan. Ia mengatakan agar masyarakat tidak langsung memberikan stigma buruk pada ODHA sebab ODHA membutuhkan perhatian maupun dukungan khususnya dari keluarga serta lingkungan.

Coba untuk menjauhi virusnya lalu mendekati orangnya. Bila kita berani maka kita akan tetap sehat. Sementara itu, Merly Yuanda selaku Direktur Yayasan Kipas meminta supaya pemerintah dapat terus meningkatkan layanan kesehatan bagi ODHA dan selalu memberikan ARV dengan gratis.

Ia berharap supaya pemerintah bisa membuat sebuah regulasi sampai ke tingkat daerah supaya ODHA selalu mendapatkan pelayanan yang maksimal. Untuk seluruh masyarakat, dapat melakukan deteksi dini HIV/AIDS sebelum terlambat.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *