Gara Foto Tatto Bos Yakuza Ditangkap Setelah Buron 14 Tahun

Gara Foto Tatto Bos Yakuza Ditangkap Setelah Buron 14 Tahun

Gara Foto Tatto Bos Yakuza Ditangkap Setelah Buron 14 Tahun

Kabar47 –  Shigeharu Shirai yang merupakan seorang pemimpin geng kejahatan di Jepang berhasil ditangkap di Thailand usai 14 tahun lamanya dijadikan buronan. Pria 72 tahun tersebut lalu ditangkap ketika tengah berbelanja di pasar sentral Lopburi, Thailand.

Shirai ditangkap usai sebuah foto tato yang ada di tubuhnya beredar viral di sosial media. Pada foto tersebut menampilkan jari kelingkingnya yang hilang, sebab Yakuza diketahui akan memotong ujung jarinya dalam menebus suatu kesalahan.

jelaspoker

Foto tersebut diambil oleh penduduk setempat yang sudah sempat dibagikan sekitar 10.000 kali. Hal tersebut cukup menarik perhatian polisi Jepang yang segera mengontak pihak berwenang Thailand dalam melakukan penangkapan kepadanya. Walaupun sudah pensiun sebagai bos Yakuza dari tahun 2003 lalu, kemudian ia pindah ke Thailand lalu menikahi perempuan lokal, Shirai masih akan dituntut dalam bertanggung jawab atas perbuatannya.

Shirei dituduh sudah menembak mati pimpinan yakuza yang merupakan saingannya. Tujuh orang anggota geng yang lain sudah dijatuhi hukuman penjara 12 hingga 17 tahun, tetapi ia berkeras tak mengakui perbuatannya. Jenderal Wirachai Songmetta selaku juru bicara polisi Thailand mengatakan bahwa tersangka mengaku jika ia merupakan pemimpin yakuza sub-gang Kodokai.

Namun ia tidak mengakui telah melakukan pembunuhan. Ia cuma mengaku jika korbannya dulu sering menggertaknya. Polisi pun menyatakan jika Shirei sudah hidup dengan tenang ketika berada di Thailand. Ia akan diberikan uang dua atau tiga kali setiap tahun dari salah satu pria Jepang yang berkunjung. Shirei pun diketahui masuk ke Thailand dengan ilegal tanpa visa maupun paspor.

Saat ini ia akan diekstradisi dalam menghadapi tuntutan di Jepang. Diketahui sebelumnya bahwa yakuza adalah sebuah geng kejahatan yang sering melakukan kekacauan di Jepang usai perang. Kelompok tersebut lalu berubah menjadi sebuah organisasi kriminal yang mendapatkan miliaran dolar melalui hasil perjudian, penjualan narkoba, sampai bisnis pelacuran.

Meskipun demikian, kelompok itu kemudian ditoleransi oleh pemerintah karena dianggap sudah menjaga ketertiban di jalanan. Berbeda seperti mafia Italia atau China, yakuza di Jepang tak ilegal tetapi masing-masing kelompok mempunyai kantor pusat sendiri yang biasanya berada di bawah pengawasan polisi.

AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *