Hunian DP 0 Rupiah Dipertanyakan Keabsahan Tanpa Landasan Aturan

Hunian DP 0 Rupiah Dipertanyakan Keabsahan Tanpa Landasan Aturan

Hunian DP 0 Rupiah Dipertanyakan Keabsahan Tanpa Landasan Aturan

Kabar47 –  Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta melaksanakan janji kampanye saat Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 lalu mengenai hunian dengan down payment (DP) Rp 0 Rupiah. Hari Kamis kemarin, rumah hunian DP Rp 0 Rupiah sudah resmi dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Hunian tersebut dibangun di salah satu lahan di Jalan H Naman Kelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sesuai dengan janjinya terdahulu, Anies menyatakan hunian tersebut hanya diperuntukkan untuk warga Jakarta yang mempunyai penghasilan rendah di bawah Rp 7 juta dimana selama ini dianggap cukup takut mengambil keputusan dalam membeli tempat tinggal.

jelaspoker

Mulanya, hunian vertikal tersebut akan menampung 703 unit yang terbagi pada dua tower dengan rincian 513 unit dengan tipe 36, lalu 190 unit tipe 21. Dalam tipe 36, harga yang ditawarkan dengan harga Rp 320 juta. Untuk tipe 21 ditawarkan dengan harga Rp 185 juta.

Syarat utama untuk dapat membeli hunian tersebut yakni memegang KTP DKI Jakarta. Warga yang tertarik dapat mulai mendaftar mulai bulan April 2018 mendatang. Rencananya, proses pembangunan dapat memakan waktu selama 1,5 tahun, yang mana PD Pembangunan Sarana Jaya merupakan pihak pelaksana.

Walaupun telah dilakukan peletakan batu pertama, tetapi belum ada penjelasan detail mengenai mekanisme pembiayaan maupun regulasinya dan bank mana saja yang diajak bekerja sama pada proyek tersebut. Termasuk mengenai mekanisme mereka yang boleh membeli rumah tersebut mengingat pendaftar akan banyak.

Anies pun belum bicara mengenai apakah terdapat biaya lainnya yang mesti dibayarkan warga yang berniat untuk mencicil unit di sana. Belum diketahui apa saja fasilitas yang dapat dinikmati dan apa yang menjadi kelebihan dari hunian tersebut jika dibandingkan dengan hunian yang sama yang pernah ada atau pun sudah dibuat oleh pemimpin sebelumnya

Hal lain sebagai pertanyaan, apakah mungkin proses pembangunan telah dimulai sementara Anies dan Sandi masih dalam proses membentuk Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) dalam pengelolaannya.

Karena temuan tersebut membuat Agus Pambagio selaku pengamat kebijakan publik mulai mempertanyakan komponen regulasi dari pendukung program DP 0 Rupiah. Karena untuk program tersebut sendiri belum terdapat aturannya maupun peraturan yang mengatur. Baik aturan perbankan maupun peraturan daerah.

Anies menawarkan harga unit untuk tipe 36 dengan harga Rp 320 juta. Sementara untuk unit tipe 21 ditawarkan dengan harga Rp 185 juta. Hal tersebut menjadi perhatian lantakarena ran unit yang disediakan lebih banyak yang berharga tinggi, yakni tipe 36.

Karena itulah Agus mengingatkan supaya masyarakat dapat lebih cermat sebelum nantinya memutuskan dalam mengambil unit tersebut. Karena bisa saja terdapat berbagai syarat yang dapat diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta supaya tidak rugi untuk penjualan rusunami tersebut.

BANDARQ ONLINE | BANDAR POKER | JUDI POKER

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *