Pemulangan Pengungsi Rohingya Ke Myanmar Dinilai Salah

Pemulangan Pengungsi Rohingya Ke Myanmar Dinilai Salah

Pemulangan Pengungsi Rohingya Ke Myanmar Dinilai Salah

Kabar47 –  Pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Bangladesh rencananya akan dipulangkan ke Myanmar mulai pekan depan. Tetapi Perserikatan Bangsa-Bangsa serta sejumlah kelompok pembela hak asasi menyangsikan rencana repatriasi tersebut. Sekitar 750 ribu warga Rohingya sudah mengungsi melalui Negara Bagian Rakhine, Myanmar, menuju Bangladesh karena aksi kekerasan yang dilakukan militer serta massa bersenjata mulai Agustus lalu.

Pemerintah Bangladesh serta Myanmar telah bertemu pada pekan lalu dalam membahas pemulangan maupun repatriasi para pengungsi Rohingya. Mereka akhirnya setuju untuk memulai proses repatriasi yang dijadwalkan berlangsung hingga dua tahun. Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB kemarin menyatakan pada awak media jika lembaga PBB UNHCR mesti diizinkan dalam membantu menjamin proses pemulangan tersebut telah memenuhi standar internasional.

jelaspoker

Gutteres mengatakan bahwa masih cukup banyak yang mesti dibangun dan harus ada langkah besar rekonsiliasi dalam menjamin semua proses berjalan seperti seharusnya. Lembaga Amnesty International juga mengatakan bahwa proses pemulangan pengungsi tersebut terlalu prematur dan riskan.

Sementara itu hal senada diungkapkan James Gomez selaku Direktur Amnesty wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, menurutnya adanya aksi pemerkosaan, pembunuhan, serta penyiksaan masih teringat di benak mereka, adanya rencana kepulangan mereka ke Myanmar dirasakan terlalu dini.

Untuk waktu pemulangan warga Rohingya yang ditetapkan hari ini dibuat tanpa adanya konsultasi dengan para pengungsi Rohingya dimana tidak terdapat jaminan jika mereka akan kembali dengan sukarela. Ratusan pengungsi Rohingya sempat menggelar aksi unjuk rasa di Bangladesh yang merupakan tanda penolakan adanya repatriasi yang direncanakan oleh pemerintah Myanmar dan Bangladesh.

Mereka tidak ingin dipulangkan karena situasi di Myanmar apalagi di desa mereka tinggal yang sudah tidak sama seperti yang dulu. Banyak pemukiman yang telah dibakar habis oleh tentara maupun massa. Mereka menuntut supaya diberi kewarganegaraan serta adanya jaminan keamanan sebelum nantinya dipulangkan kembali ke Negara Bagian Rakhine.

Pemerintah Myanmar menuturkan bahwa para pengungsi yang kembali nantinya segera diproses sebelum akhirnya dapat ditempatkan menuju penampungan sementara sembari menunggu rumah mereka dibangun. Kamp sementara tersebut berada di Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, dengan kapasitas 30 ribu orang dengan 625 bangunan.

Saat ini sebenarnya telah ada kamp pengungsi di Myanmar. Marixie Mercado selaku Juru bicara UNICEF awal bulan ini mengecam keadaan pengungsi di sana usai melakukan kunjungan. Sebanyak 60 ribu anak yang tinggal di penampungan tersebut tidak diberikan perawatan kesehatan, mereka mengalami gizi buruk yang sangat parah.

Harian the Daily Star mengatakan bahwa militer Myanmar telah mengirimkan daftar 1.300 nama untuk otoritas Bangladesh yang mereka klaim merupakan anggota militan Rohingya, ARSA.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *