Risma Menolak Permintaan Megawati Demi Warga Surabaya

Risma Menolak Permintaan Megawati Demi Warga Surabaya

Risma Menolak Permintaan Megawati Demi Warga Surabaya

Kabar47 –  Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan menyatakan untuk semua kader partai mesti siap bila ditugaskan pada pemilihan kepala daerah. Untuk yang membantah, maka Mega mempersilakan supaya keluar. Mega berpendapat jika partai tidak memerlukan orang-orang yang tidak patuh. Untuknya hanya perlu lima orang yang benar-benar fighter bukan dalam kepentingan pribadi semata namun untuk partai dan rakyat.

Pernyataan tersebut sepertinya tidak berlaku untuk Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya. Risma kembali telah menolak perintah agar dapat maju di Jawa Timur. PDIP saat ini tengah mencari pengganti Abdullah Azwar Anas dimana telah mundur sebagai Cawagub dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

jelaspoker

Ketika dicecar pertanyaan mengenai isu jika ia akan dipilih PDIP untuk menggantikan Abdullah Azwar Anas yang mundur sebagai Cawagub dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Risma bersikeras menyatakan jika tak akan maju. Ia menuturkan bahwa hanya akan menyelesaikan tugas di Surabaya.

Khofifah Indar Parawansa selaku Calon Gubernur Jawa Timur menyatakan sudah menghubungi Risma saat ramai diberitakan akan menggantikan Anas. Menurutnya, kini Risma belum bersedia untuk maju di Pilgub Jatim. Ketika ditawarkan maju di DKI, Risma pun telah menolak. Waktu itu Risma akan dipasang untuk melawan Basuki T Purnama yang akan maju melalui jalur independen. Tetapi pada akhirnya PDIP memasangkan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat.

Tawaran untuk menuju Ibu Kota menurutnya bukan hanya kali itu saja. Ia sempat ditawari untuk dijadikan menteri di Kabinet Kerja. Tetapi Risma tetap menolak dan masih ingin berada di Surabaya. Ahmad Basarah selaku Wasekjen PDIP pun sempat menyinggung kader yang menolak penugasan partai. Ia berpendapat jika kader yang tak mematuhi perintah dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, maka tak memiliki tempat di PDIP.

Pada fatsun PDIP tidak ada tempat untuk mereka yang mengaku merupakan petugas partai di PDI Perjuangan, melakukan tawar menawar apalagi sampai menolak perintah Ketum. Basarah menyatakan hal tersebut juga akan berlaku untuk seluruh kader tanpa terkecuali. Kepala Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR tersebut tidak tengah menyentil seseorang.

Lalu nama yang belakangan mencuat yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma diketahui telah menolak untuk menggantikan Azwar Anas untuk dijadikan pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Basarah menjawabnya dengan diplomatis. Ia menegaskan bahwa boleh diperiksa nama-nama orang yang telah menolak perintah Ketum, tuturnya.

BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *