Uni Afrika Kecam Trump Dan Ingatkan Sejarah Perbudakan AS

Uni Afrika Kecam Trump Dan Ingatkan Sejarah Perbudakan AS

Uni Afrika Kecam Trump Dan Ingatkan Sejarah Perbudakan AS

Kabar47 –  Pernyataan Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat yang mengatakan bahwa sejumlah negara Afrika merupakan negara-negara lubang kotoran sebab telah mendatangkan para imigran ilegal, dan akhirnya menuai kecaman keras oleh sejumlah kalangan, salah satunya dari Uni Afrika.

Akhirnya, Persatuan negara-negara Afrika yang bergabung pada Uni Afrika mengingatkan kepada Trump bagaimana sejarah kelam saat terjadinya perbudakan di Amerika Serikat. Apalagi realitas sejarah tentang berapa banyak warga Afrika yang tiba di Amerika Serikat lalu dijadikan sebagai budak, merupakan pernyataan dari Trump yang tak dapat diterima, ucap Ebba Kalondo selaku juru bicara Uni Afrika.

jelaspoker

Ia menuturkan bahwa perkataan tersebut cukup mengejutkan karena Amerika Serikat merupakan contoh global tentang bagaimana imigrasi dapat melahirkan sebuah negara yang dibangun menggunakan dasar nilai-nilai kuat mengenai keberagaman dan kesempatan.

Ia sendiri yakin dan percaya bahwa pernyataan tersebut telah melukai nilai-nilai global mengenai keberagaman, hak-hak asasi manusia maupun pemahaman yang resiprokal. Sejumlah negara di Afrika ada di posisi yang rumit usai adanya pernyataan Trump. Karena mendapatkan bantuan Amerika, sejumlah di antaranya tidak mengkritik Trump. Belum lagi di saat Amerika telah berencana untuk mulai mengurangi dana bantuan asing.

Ateny Wek Ateny selaku juru bicara pemerintah Sudan Selatan mengatakan bahwa ia tidak mau berkomentar kecuali dikatakan secara khusus mengenai Sudan Selatan. Untuk Kongres Nasional Afrika, menyatakan jika pernyataan Trump cukup ofensif. Sementara itu Mmusi Maimane selaku Pemimpin oposisi Afrika Selatan menegaskan bahwa komentar Trump sangat menjijikkan dan membuat kebencian terhadap akar Obama telah menyebar ke seluruh benua.

Di sisi lain, sejumlah outlet media Afrika tidak malu-malu dalam mengecam Trump. Sejumlah orang pun lalu menggunakan bahasa vulgar Trump pada beberapa kalimat sebagai bahan olok-olokan. Seorang penyiar radio Afrika Selatan mengatakan ” Selamat pagi dari negara lubang kotoran yang terindah di dunia!”

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump membantah sudah mengatakan negara tertentu merupakan lubang kotoran. Bahasa yang dipakai dalam pertemuan DACA yang merupakan sebuah program yang akan melindungi imigran ilegal yang datang ke Amerika ketika masih anak-anak, memang cukup keras tapi ini bukan bahasa yang dipakai.

Sementara itu Raj Shah selaku juru bicara Gedung Putih sendiri tak membantah pernyataan lubang kotoran tersebut. Ia hanya mengatakan jika Trump sedang berusaha mencari solusi permanen dalam membuat negara supaya lebih kuat, dengan menyambut mereka yang bisa berkontribusi semakin banyak untuk masyarakat agar dapat menumbukan perekonomian dan berasimililasi dengan Amerika Serikat.

BANDARQ ONLINE | BANDAR POKER | JUDI POKER

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *