Pengakuan Anak Yang Didoktrin Ibunya Untuk Gabung Kelompok JAD

Pengakuan Anak Yang Didoktrin Ibunya Untuk Gabung Kelompok JAD

Pengakuan Anak Yang Didoktrin Ibunya Untuk Gabung Kelompok JAD

Kabar47 – Jaringan kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di Indonesia bukan hanya segelintir. Keberadaan mereka ditunjukkan dengan menebar ketakutan dari sejumlah serangan bersenjata dan bom, dimana telah merenggut banyak nyawa orang.

Kelompok teroris itu sangatlah luas. Cara perekrutan juga mengalami perkembangan setelah meluasnya akses informasi pada era digital saat ini. Dengan semakin luasnya akses informasi di masa digital seperti kini, cara mereka merekrut juga semakin berubah.

Ideologi yang ditanamkan dengan dalam di benak pengikutnya juga menembus alam pikir banyak kalangan. Bukan hanya terbatas bagi mereka yang tertindas dan teraniaya. Tetapi bagi mereka yang hidup berkecukupan juga ikut terpikat pada janji manis adanya 72 bidadari surga dan melakukan serangan bunuh diri.

jelaspoker

Mulanya pelaku serangan teror direkrut dengan mandiri oleh orang-orang yang tak pernah terkait hubungan dengan keluarga. Biasanya hanya sebatas pertemanan. Usai dibina sekian lama, mereka kemudian menjalankan aksi bunuh diri. Serangan bom di Surabaya menunjukkan kepada publik terhadap sebuah kenyataan baru. Para pelakunya saat ini telah melibatkan anggota keluarga. Bahkan anak-anaknya juga diajak mengorbankan nyawa dalam melukai maupun menghabisi orang lain.

N-M yang merupakan seorang mantan narapidana terorisme mengatakan bahwa jejaring teror kini memilih membina satu keluarga agar dapat menjadi teroris. N-M menyatakan bahwa sang ibu yang memperkenalkan dan juga terus mengajaknya bergabung pada sebuah kelompok pendukung ISIS di Indonesia yakni Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Sementara sang ibu, kata N-M, disumpah setia (bai’at) sebagai pengikut ISIS dan pemimpinnya Abu Bakar al-Baghdadi. Kemudian akan timbul kewajiban ia mesti mempengaruhi keluarganya. Pertama, sang ibu akan mempengaruhi sang ayah yang saat itu mendekam di Lapas Kediri, Jawa Timur. Cara tersebut lalu berhasil. Usai sang ayah bebas, keduanya pergi menjumpai Ustaz Fauzan di Jawa Barat, lalu ikut disumpah setia.

Menurut N-M, ia ada sepuluh bersaudara dan adiknya juga masih kecil-kecil. Tetapi sang ayah dan ibunya tidak peduli. Saban hari mereka semakin dicekoki doktrin teror. Caranya bukan hanya melalui ceramah, namun juga ditunjukkan sejumlah tayangan kekerasan.

Usai berkali-kali diperlihatkan, N-M mengatakan bahwa adik-adiknya mulai terbius dan perlahan-lahan pola pikirnya mulai berubah. Mereka kemudian menganggap hal-hal tersebut wajar sebab meyakini itu merupakan sebuah ganjaran orang-orang yang menjadi korban, karena dianggap berseberangan, berbeda prinsip, maupun keyakinan.

Usai diciduk atas perkara terorisme, N-M mulai berpikir kembali. Di dalam jeruji besi ia merenung dan terbersit terhadap nasib adik-adiknya. Namun salah satu adiknya telah memilih mengikuti jejak orang tuanya yang menjadi radikal.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *