Presiden Jokowi dan BPJS Kesehatan Digugat Pasien Kanker

Presiden Jokowi dan BPJS Kesehatan Digugat Pasien Kanker

Presiden Jokowi dan BPJS Kesehatan Digugat Pasien Kanker

Kabar47 – Salah satu pasien kanker rencananya menggugat Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) serta Presiden Joko Widodo ke pengadilan atas kebijakan penghapusan daftar obat kanker Trastuzumab melalui daftar obat yang dijamin oleh BPJS Kesehatan. Gugatan akan dilayangkan dari seorang pasien kanker Juniarti. Hemasari Dharmabumi selaku Kuasa hukum Juniarti menyatakan gugatan rencananya dapat dimasukkan ke pengadilan pekan depan.

Hema menuturkan kini hanya BPJS Kesehatan dan Presiden Joko Widodo yang masuk pada daftar tergugat. Ia berpendapat bahwa Kementerian Kesehatan menyatakan obat Trastuzumab bisa diberikan untuk pasien kanker hertopositif.

jelaspoker

Di sisi lainnya, Nopi Hidayat selaku Kepala Humas BPJS Kesehatan mengatakan tidak dijaminnya Obat Transtuzumab tersebut telah sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Klinis yang menyatakan jika obat Trastuzumab tidak mempunyai dasar indikasi medis untuk digunakan oleh pasien kanker payudara metastatik meskipun dengan restriksi.

Tetapi Nopi mengatakan pasien yang tengah menjalani terapi obat Trastuzumab dengan peresepan protokol terapi obat sebelum tanggal 1 April 2018, masih akan dijamin oleh BPJS Kesehatan sampai dengan siklus pengobatannya selesai sesuai pada peresepan maksimal Formularium Nasional.

Nopi pun menuturkan bahwa alasan dikeluarkannya obat Trastuzumab dari paket manfaat program JKN-KIS tidak akan menghambat akses pengobatan kanker payudara untuk Peserta JKN-KIS sebab masih banyak pilihan obat lain yang tercantum di dalam Formularium Nasional. Edy Haryadi menjelaskan jika istrinya Juniarti saat ini bekerja sebagai pengacara, dan akan menjadi pengacara pada gugatan tersebut.

Edy menceritakan bahwa bulan Desember 2017 istrinya mengalami pembengkakan di leher atau pada kelenjar getah bening. Menurutnya, kantor lokasinya bekerja memberikan kartu Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk asuransi kesehatan. Bulan Januari 2018, Edy memeriksakan Juniarti ke Puskemas Duren Sawit, Jakarta Timur, puskesmas terdekat dengan domisili yang sama dengan prosedur BPJS.

BPJS Kesehatan akhirnya menghentikan penjaminan Trastuzumab sebab obat tersebut terlalu mahal. Harganya di pasaran mencapai Rp 25 juta. Sementara itu bagi penderita kanker HER2 positif minimal mesti menjalani 8 sesi dari 16 sesi pengobatan menggunakan Trastuzumab.

Saat ditanya alasan kenapa Presiden Jokowi juga ikut digugat, Edy mengatakan bahwa menurut Undang-Undang No 24 Tahun 2011 mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Direksi BPJS Kesehatan bertanggungjawab secara langsung terhadap Presiden RI.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE | BANDAR Q | BANDAR SAKONG

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *