Terancam Kebijakan Imigrasi Trump 10 WNI Ditangani Pengacara

Terancam Kebijakan Imigrasi Trump, 10 WNI Ditangani Pengacara

Terancam Kebijakan Imigrasi Trump, 10 WNI Ditangani Pengacara

Kabar47 – Harun Calehr selaku Pengacara tetap perwakilan Indonesia di Amerika Serikat menyatakan setidaknya terdapat 10 warga negara Indonesia yang tengah ia tangani mengenai masalah keimigrasian sejak Presiden Donald Trump menjabat.

Calehr berpendapat bahwa pengetatan aturan imigrasi zero tolerance yang diterapkan Trump belakangan ini memang turut mempengaruhi WNI yang tinggal di Amerika. Karena masih banyak jumlah WNI ilegal pencari suaka di Negeri Paman Sam tersebut. Sebenarnya kasusnya tak sebanyak negara lain, mungkin terdapat 10 WNI yang kini tengah ditangani terkait keimigrasian di Amerika, ucap Calehr saat dijumpai di Kementerian Luar Negeri RI, Rabu lalu.

jelaspoker

Dari 150 ribu WNI yang diketahui tinggal di Amerika, menurut Calehr, masih ada banyak WNI pencari suaka yang tinggal dengan ilegal di negara itu. Kebanyakan dari mereka tinggal di Philadelphia, New York, dan Washington DC. Umumnya para WNI tersebut, sudah lama tinggal di Amerika atas alasan ekonomi dan pekerjaan. Calehr tidak menampik jika selama ini ada sejumlah WNI yang dipenjara bahkan telah dideportasi sebab sudah melanggar izin tinggal di Amerika.

Tetapi ia mengaku tidak mengetahui jumlah pasti ada berapa banyak WNI yang terkena masalah tersebut di seluruh Amerika. Ia pun mengatakan tidak mempunyai data jumlah WNI pencari suaka di sana sebab data tersebut dilindungi oleh pemerintah Amerika. Pengacara baru tahu saat ada yang melapor dan meminta bantuannya. Selama ia menangani kasus WNI, banyak dari mereka merupakan WNI overstayer. Kemudian mereka sudah diputus untuk dideportasi, mereka tidak mau karena masih ingin tinggal di Amerika.

Bahkan ada pula sejumlah WNI yang bersembunyi di gereja, tak mau pulang, tak mau dideportasi. Alasannya bukan karena takut pulang ke Indonesia, mereka umumnya sudah merasa hidupnya enak di Amerika, maka kalau pulang ke Indonesia pikirannya bekerja atau hidup akan menjadi sulit. Calehr menyatakan secara garis besar peraturan imigrasi Amerika tidak jauh berbeda di bawah kepemimpinan Trump maupun Barack Obama. Ia menuturkan Trump cuma lebih memfokuskan pelaksanaan aturan imigrasi dari titik penegakkan hukumnya.

Mulai saat masa kampanye, Trump bersumpah segera menindak semua imigran yang kedapatan masuk dan tinggal di Amerika secara ilegal. Ia baru-baru ini pun telah menerapkan kebijakan penangkapan dan pemisahaan imigran ilegal, khususnya anak-anak, dari keluarganya. Calehr memaparkan tidak sedikit pihak yang menentang cara Trump ini, termasuk penolakan dari beberapa negara bagian yang lebih mengutamakan pemenuhan hak asasi manusia.

Pendekatan Trump diutamakan mengenai keimigrasian yang banyak ditentang oleh yudikatif dan berbagai negara bagian di Amerika sendiri. Calehr sejak 2002 sudah sering menangani kasus keimigrasian khususnya bagi WNI di Amerika secara pro bono. Pengacara yang sempat lama tinggal di Indonesia ini baru dikontrak oleh Kementerian Luar Negeri RI untuk menjadi in-house lawyer untuk 1 KBRI dan 5 KJRI di Amerika, terutama mengenai keimigrasian.

Pada kesempatan yang sama, Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, menyatakan penunjukkan Calehr dan firma hukumnya Calehr & Associates ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri, khususnya di Amerika. KBRI dan KJRI di Amerika sudah lama bekerja sama dengan Pak Calehr. Ia biasa memberikan bantuan hukum untuk perwakilan RI dan WNI di Amerika secara pro bono, tetapi saat ini setelah dikontrak, statusnya resmi menjadi in-house lawyer.

 

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *