kabar

Kamboja Sebut Tak Adil Jika Uni Eropa Mencabut Perdagangan

Kamboja Sebut Tak Adil Jika Uni Eropa Mencabut Perdagangan

Kabar47 – Pemerintah Kamboja mengecam ancaman dari Uni Eropa yang segera menangguhkan perdagangan yang menguntungkan. Penangguhan perdagangan tersebut dianggap akan menganggu ekonomi negara yang sedang kesulitan itu. Karema sebagian besar pendapatan negara ini didapat karena adanya ekspor ke negara Eropa.

Ancaman tersebut dikeluarkan menjadi reaksi atas pelaksanaan pemilihan umum Juni lalu yang dikatakan tidak adil. Karena pemilihan ini diadakan tanpa hadirnya oposisi yang kredibel dan dinodai atas tuduhan intimidasi terhadap para pemilih.

jelaspoker

Minggu lalu, Uni Eropa memperingatkan pemerintah jika mereka sudah memproses akan menarik diri dari kesepakatan perdagangan khusus dengan Kamboja. Cecilia Malmstrom selaku Komisioner perdagangan Uni Eropa menyatakan bila ada perbaikan, maka prefensi perdagangan dapat ditangguhkan walaupun delegasi negara tersebut mengklarifikasi keputusan lebih lanjut akan memakan waktu satu tahun.

Kementrian Luar Negeri Kamboja menuturkan jika pihaknya cuma mengambil keputusan ini menjadi sebuah ketidakadilan yang luar biasa, saat Uni Eropa dengan terang-terangan mengabaikan kemajuan besar yang dibuat Kamboja.

Kamboja sudah mengekspor senilai $5,7 miliar atau setara Rp 86 triliun barang ke pasar Eropa. Kebanyakan barang tersebut adalah pakaian dan alas kaki yang mempunyai akses bebas tarif yang disebut Everything But Arms (EBA). Kesepakatan tersebutlah yang diincar oleh Uni Eropa.

Perusahaan resmi kerajaan mempunyai industri pakaian terbesar sebesar $7 miliar atau setara dengan Rp 106 triliun yang menyediakan pekerjaan untuk 740.000 orang di negara yang populasinya 15 juta. Bila akses perdagangan khusus dibatalkan, Uni Eropa bisa meniadakan langkah 20 tahun negara tersebut dalam menarik jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Kamboja dilanda rezim organisasi ultra-Maois kader Khmer Merah tahun 1970an dan mengalami perang saudara sampai pemilihan umum pertama yang disponsori PBB tahun 1993.

Partai Rakyat Kamboja, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen menyapu seluruh kursi di parlemen saat pemungutan suara. Hal tersebut memperkuat status negara menjadi negara satu partai dan memperpanjang kekuasaannya selama 33 tahun.

Jalan menuju kemenangan diperhalus usai pihak berwenang menindak tegas serta Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi utama yang memenangkan sekitar 43 persen suara pada pemungutan suara terakhir.

Pengamat mengatakan jika kehilangan skema perdagangan dapat menjadi pukulan besar untuk partai berkuasa terutama yang fokus pada kemajuan ekonomi dan stabilitas negara. Para pendukung tenaga kerja pun sudah memperingatkan langkah tersebut dengan alasan adanya dampak potensial untuk karyawan.

Ath Thorn selaku Koalisi Cambodia Apparel Workers Democratic Union (CCAWDU) menyatakan jika pemerintah dan Uni Eropa mesti duduk untuk berbicara dan menemukan langkah untuk mencegah hilangnya kesepakatan perdagangan.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *