Tersangka Adik Zulkifli Hasan dan Pelaku Diduga Terima Suap Rp56 Miliar

Tersangka Adik Zulkifli Hasan dan Pelaku Diduga Terima Suap Rp56 Miliar

Tersangka Adik Zulkifli Hasan dan Pelaku Diduga Terima Suap Rp56 Miliar

Kabar47 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengidentifikasi penerimaan uang suap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan oknum lainnya‎ dari sejumlah proyek kepunyaan Dinas PUPR. Total uang suap yang didapatkan adik kandung Zulkifli Hasan dan kroninya dipercaya mencapai Rp56 miliar.

Sampai saat ini penyidik terus mencari tahu dan mengidentifikasi dugaan fee sekitar Rp56 miliar dalam proyek-proyek‎,” Ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (10/10/2018).

Tersangka Adik Zulkifli Hasan dan Pelaku Diduga Terima Suap Rp56 Miliar

Dia menceritakan, pihaknya sedang menelusuri proyek-proyek yang menjadi bahan bancakan Zainudin Hasan dan sejumlah pelaku. Dipercaya. Zainudin mendapatkan komisi dari sejumlah proyek kepunyaan Dinas PUPR Lampung Selatan sejak 2016 sampai 2018.

Kami sudah jalankan penelusuran informasi terhadap fee proyek-proyek lain di tahun 2016, 2017, dan 2018 di Dinas PUPR,” Lanjut Febri. Tak hanya itu, Ujar dia, Tim Penyidik KPK juga tengah menyelisik aset-aset milik Zainudin Hasan yang diduga berasal dari hasil korupsi. Nantinya aset-aset itu akan disita dan uangnya dikembalikan kepada negara.

KPK perlu menjalankan pemetaan aset untuk kepentingan asset recovery nantinya agar nanti jika sudah terbukti di pengadilan sampai inkracht, maka aset-aset yang pernah dikorupsi dapat dibalikkan ke masyarakat melalui mekanisme keuangan negara,” Terang Febri.

KPK sendiri sudah menetapkan empat orang dijadikan tersangka kasus dugaan suap menggenai proyek pengadaan barang dan jasa di Lampung Selatan pada tahun anggaran 2018. Empat tersangka tersebut yaitu Bupati Lampsel Zainudin Hasan, Kadis PUPR Lampsel Anjar Asmara, anggota DPRD Lampsel Agus Bhakti Nugraha sampai Bos CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Diduga, Zainudin mendapatkan suap dari Bos CV 9 Naga Gilang Ramadhan sebesar Rp600 juta. Zainudin mempunyai peran mengarahkan semua proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan melalui Agus Bhakti Nugraha. Zainudin meminta agar Agus Bhakti koordinasi dengan Anjas Asmara untuk mengendalikan proyek di Lampsel.

Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar, dan Agus yang merupakan penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Gilang sebagai pemberi suap disangkalkan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *