Mantan Wabup Malang

Mantan Wabup Malang Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Penyuap Bupati Mojokerto

Mantan Wabup Malang

Kabar47 Mantan Wabup Malang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menahan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi yang menyangkut Bupati non-aktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

Tiga tersangka baru tersebut yaitu, Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi, mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan, dan pihak swasta Nabiel Titawano. Ketiganya diduga sudah memberikan suap kepada Mustofa Kamal Pasa.
Setelah terpenuhi bukti permulaan yang cukup, KPK menaikkan perkara ini ke tingkat penyidikan sejalan dengan penetapan tiga orang lagi sebagai tersangka,” Ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).
Dalam perkara ini, Nabiel Titawano dipercaya bersama-sama dengan Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama, Ockyanto ‎menyuap Mustofa Kamal Pasa terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan 11 menara telekomunikasi di Mojokerto‎.

Mantan Wabup Malang

jelaspoker

Sedangkan, Achmad Suhawi dan Ahmad Subhan dipercaya bersama-sama dengan Direktur Operasi PT Protelindo, Onggo Wijaya menyerahkan uang ke Mustofa Kamal Pasa terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan 11 menara telekomunikasi di Mojokerto‎.
Dugaan suap yang didapatkan oleh tersangka MKP (Mustofa Kamal Pasa) sebesar Rp2,73 miliar,” Lanjutnya.

Uang sebesar Rp2,73 miliar tersebut adalah imbalan atas ‎pengurusan IPPR dan IMB pembangunan 11 menara telekomunikasi di Mojokerto‎.‎ 11 Menara telekomunikasi tersebut kepunyaan PT Tower Bersama dan PT Protelindo.
Diduga, pemberian uang suap untuk Mustofa terjadi dalam sejumlah tahapan. Pemberian yang telah terealisasi untuk Mustofa sekira Rp2,75 miliar dengan rincian dari PT Tower Bersama sejumlah Rp2,2 miliar, sedangka dari PT Protelindo telah diberikan senilai Rp550 juta.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka baru itu dipastikan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Selain kasus suap, Mustofa juga didapatkan dengan sangkaan lain oleh KPK. Mustofa diduga mendapatkan gratifikasi atas proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto senilai Rp3,7 miliar.‎ Dalam kasus gratifikasi, Mustofa bersama Zainal Abidin selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto periode 2010-2015.

KPK menduga gratifikasi itu ‎melibatkan keluarga Mustofa dengan memakai sarana perbankan.‎ ‎Dalam proses penyidikan kasus itu, KPK menjalankan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi. Dari penggeledahan itu, ‎tim penyidik KPK telah mendapatkan uang senilai Rp 4 miliar. Dari uang Rp 4 miliar yang disita, terdapat Rp 3,7 miliar yang ditemukan tim penyidik di rumah orangtuanya Mustofa. Uang tersebut ditaruh di lemari di sebuah kamar.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *