kabar1

Siksa TKI Warga Singapura Divonis 7 Bulan Penjara

Siksa TKI Warga Singapura Divonis 7 Bulan Penjara

Kabar47 – Hakim di pengadilan negeri Singapura memberikan hukuman penjara selama 28 minggu terhadap salah satu warganya, Khoo Mee Choo berumur 64 tahun pada Senin kemarin. Ia terbukti melakukan penganiayaan pada pesuruhnya yang berasal dari Indonesia atas nama Ema Rahmawati selama tiga bulan.

Putusan tersebut diambil melalui beberapa persidangan. Khoo diketahui terbukti menganiaya sampai mengakibatkan korban terluka. Khoo dinyatakan bersalah bulan September lalu. Mengutip dari Channel News Asia, penganiayaan tersebut terjadi dari bulan Januari sampai April tahun lalu. Ema sendiri mulai bekerja untuk Khoo sejak Desember 2016.

jelaspoker

Saat pekerjaan Ema dianggap tak sesuai harapan, Khoo mengamuk lalu menjambak rambut pesuruhnya itu. seperti dikatakan Anthony Lim serta Lee Wei Fan yang merupakan pengacara pertahana. Bila sedang naik pitam pada pesuruhnya, Khoo yang berprofesi menjadi agen properti itu pun sering mencubit lengan, memukul kepala maupun menandang pantat Ema bila tidak sengaja mencipratkan air ketika mencuci piring.

Bila Ema lupa meletakkan sumpit, Khoo tidak segan memukul pesuruhnya menggunakan alat makan itu. Menurut Wakil Jaksa Penuntut Umum Kenny Yang, Ema mengatakan sering dimarahi dan dicaci-maki. Ema tidak diizinkan berbicara dengan orang lain maupun menggunakan ponselnya. Bila membangkang, Khoo akan mendamprat Ema menggunakan umpatan dalam Bahasa Hokkian.

Ema sendiri selamat usai berhasil menyelipkan pesan kertas pada sesama pesuruh yang bekerja di sebelah rumah majikannya. Dari pesan tersebut, ia menggambarkan bahwa penganiayaan dan pelecehan yang dilakukan Khoo. Usai diselamatkan oleh polisi bulan April 2017, Ema sudah tidak lagi bekerja dengan Khoo.

Selain itu, jaksa menyatakan bahwa Ema cuma mendapatkan gaji sebesar SGD40 atau sekitar Rp419 ribu saat bekerja. Sebagian besar gaji bulanannya, yaitu SGD520 atau sekitar Rp5,4 juta diambil oleh agen penyalur.

Jaksa sendiri menuntut Khoo dengan pidana penjara selama 8 bulan serta membayar denda sebesar SGD4.580 atau setara Rp47,9 juta. Khoo sudah membayar biaya kompensasi yang ditetapkan untuk Ema, dan meminta keringanan tiga bulan penjara. Alasannya karena kuasa hukum Khoo menyatakan kliennya mengidap kanker usus besar tahap 3, serta tinggal dengan ibunya yang telah berusia 93 tahun.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola,proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam nonstop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *