Tersangka Kasus Dugaan Suap Kementerian PUPR

8 Tersangka Kasus Dugaan Suap Kementerian PUPR Resmi Ditahan KPK

Tersangka Kasus Dugaan Suap Kementerian PUPR

Kabar47 – Tersangka Kasus Dugaan Suap Kementerian PUPR – Delapan orang tersangka terkait kasus dugaan suap ‎terhadap pejabat Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 resmidi tetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Delapan tersangka tersebut yakni, Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), ‎Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR), Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU), dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menetapkan empat pejabat KemenPUPR.
Keempatnya yakni, PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE);Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

Tersangka Kasus Dugaan Suap Kementerian PUPR

jelaspoker

Saut mengatakan, empat pejabat KemenPUPR diduga telah menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.
KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan delapan orang tersangka,” Ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan ‎Persada, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018) dini hari.

Sebagai pihak yang diduga penerima, empat pejabat KemenPUPR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.
Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP yang dimiliki oleh orang yang sama.
PT WKE diatur untuk mengerjakan proyek bernilai diatas Rp50 miliar, PT TSP diatur untuk mengerjakan proyek dibawah Rp50 miliar,” sambungnya.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Budi, Lily, Irene Irma, dan Yuliana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE | DOMINO KIU | AGEN DOMINO

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *