Bermotif Pelakor Menjadi Modus Baru Dalam Merampas Korbannya

Bermotif Pelakor Menjadi Modus Baru Dalam Merampas Korbannya

Bermotif Pelakor Menjadi Modus Baru Dalam Merampas Korbannya

Kabar47 – Bermotif Pelakor Menjadi Modus Baru Dalam Merampas Korbannya – Memasuki era modern dewasa ini, aksi kriminalitas pun sudah banyak berkembang.
Salah satu yang sedang tren adalah tindak pidana pemerasan yang menjalankan modus “Pelakor” atau Perebut Laki Orang.

Psikolog Tika Bisono menekankan, hadirnya orang ketiga terkadang mempunyai tujuan kriminal, yakni untuk merampas seluruh harta korbannya.
Oleh sebab itu, polisi diminta untuk mewaspadai modus yang sedang tren dikalangan masyarakat itu.
Ini berbeda sama sekali dengan kehadiran orang ketiga karena hati. Sebagai konsultan, saya bisa dengan mudah menebak.
Kehadiran orang ketiga yang didasarkan pada hati, sejatinya cermin bahwa kehidupan berumah-tangganya ada masalah,” Ujar Tika saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Bermotif Pelakor Menjadi Modus Baru Dalam Merampas Korbannya

jelaspoker

Sedangkan kehadiran orang ketiga dengan motif kriminal, kata Tika, solusinya hanya satu yakni laporkan ke polisi.
Itu tidak sulit sama sekali karena ada deliknya,” terangnya.
Menurut Tika, laki-laki beristri kerap masuk perangkap, dan dijadikan objek pemerasan atas nama orang ketiga.
Sejumlah kasus yang melibatkan publik figur dan pejabat juga sedang disorot karena rela cerai dan meninggalkan keluarga serta anaknya, demi hidup bersama dengan wanita baru.

Dalam modus ini, kata Tika, korba pada umumnya adalah pria mapan dari berbagai kalangan profesi.
Mengingat, banyak pelaku yang tergoda untuk mendapatkan materi secara singkat. Ia bisa pengusaha, pejabat atau profesi mapan lain yang sangat mementingkan reputasi.
Jika berhasil masuk perangkap, tipe-tipe pria mapan ini sangat rentan jadi objek pemerasan. Karrna itulah polisi harus masuk dan masyarakat harus tahu,” Tutur Tika.

Tika berpendapat, tindakan tegas aparat kepolisian terhadap praktik pemerasan dengan modus menjadi orang ketiga.
Diharapkan bisa menjadi efek jera bagi pelaku, dan early warning bagi para pria mapan.
Karena itu, banyak orang yang menjadi korban wanita berkedok orang ketiga, tetapi tidak mau men-disclose.
Alasan yang mereka kemukakan adalah pertimbangan pendek. Biasanya menghindari aib, atau khawatir mempengaruhi karier. Itu pertimbangan keliru,” Sambung Tika.

Di sisi lain, untuk menghindari hal tersebut, Tika menyebut, siapa pun yang terlibat dengan masalah orang ketiga, harus mengutamakan pertimbangan keselamatan jangka panjang untuk mengakhirinya.
Rasa malu, aib, bahkan karier menjadi tidak penting jika dibandingkan keselamatan keluarga ke depan,” tutup dia.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *