Makam Kakek dan Cucu Dipindah Hanya Karena Beda Pilihan Caleg

Makam Kakek dan Cucu Dipindah Hanya Karena Beda Pilihan Caleg

Makam Kakek dan Cucu Dipindah Hanya Karena Beda Pilihan Caleg

Kabar47 – Makam Kakek dan Cucu Dipindah Hanya Karena Beda Pilihan Caleg – Peristiwa miris terjadi di Gorontalo. Hanya gara-gara berbeda pilihan politik Pemilu, dua makam harus dibongkar dan jasad yang sudah terkubur bertahun-tahun terpaksa harus di ambil lagi untuk dipindah.
Kejadian itu terjadi di Dusun II Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (12/1/2019).

Dua makam yang dibongkar merupakan milik Masri Dunggio yang sudah dikubur 26 tahun lamanya.
Kemudian makam Siti Aisyah Hamsah yang baru berumur satu tahun. Keduanya merupakan kakek dan cucu.
Makam yang ada di belakang rumah warga bernama Awono dibongkar dan dipindahkan oleh keluarga ahli waris.
Setelah terjadi perselisihan dengan pemilik lahan yang sebenarnya bersepupu dengan almarhum.

Makam Kakek dan Cucu Dipindah Hanya Karena Beda Pilihan Caleg

jelaspoker

Pemicunya merupakan perbedaan pilihan politik pemilihan caleg DPRD Kabupaten Bone Bolango.
Awono mempunyai ikatan keluarga dengan caleg tersebut. Dia ingin agar caleg Naini atau Iriani yang merupakan kerabatnya dipilih saat pemilu.
Abdul Salam Pomontolo, dari keluarga almarhum menyebutkan, Awono diduga mengancam kalau keluarga almarhum tidak memilih caleg itu.
Maka makam silakan dibongkar dan tidak boleh ada yang bisa dikubur di situ.

Dia bilang berulang kali, Kamu kalau tidak memilih Iriani, kuburan ini akan di pindahkan dan ini saya pagar.
Kalau tetap tidak mau pilih, ada lagi yang mati tidak bisa dikubur lagi si sini,” Ujarnya meniru ucapan Awono
Polisi dan aparat pemerintahan desa sebenarnya sudah mencoba mengatasi kedua pihak, tapi buntu.
Keluarga almarhum akhirnya membongkar kedua makam dan memindahkan ke pemakaman lain.
Prosesi pembongkaran pemakaman diwarnai tangis oleh semua keluarga yang terlibat.

Berbicara tentang pembongkaran Makam, Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali pernah melakukan penyidikan untuk mengungkap kematian Novi Septiani, ibu muda, yang dipercaya tidak wajar.
AKBP Aries Andhi selaku Kapolres Boyolali, menyebutkan, lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Kelima orang tersebut merupakan suami korban, lurah desa, warga yang memandikannya.

Pemeriksaan terhadap para saksi ini dijalankan untuk mengetahui kejadian yang ada pada 1 Oktober, sebelum korban ditemukan meninggal di rumahnya sendiri oleh suami.
Pasalnya, dari informasi yang diperoleh pihak kepolisian, sebelum korban didapatkan tewas, korban disuruh oleh suaminya untuk mengambil uang hasil penjualan sapi ke lurah desa.
Karena keduanya ini memang mempunyai satu profesi sama yaitu sebagai penjual sapi,” Ujar Aries.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *