Bayi Kembar Siam Yaman Meninggal Karena Terhambat Perang

Bayi Kembar Siam Yaman Meninggal Karena Terhambat Perang

Bayi Kembar Siam Yaman Meninggal Karena Terhambat Perang

Bayi Kembar Siam Yaman Meninggal Karena Terhambat Perang kabar47 – Sepasang bayi kembar siam di Yaman yang sedang membutuhkan perawatan medis di luar negeri meninggal di Ibu Kota Sanaa, pada pekan lalu. Pemberontak Houthi menyalahkan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi karena menutup telah bandara yang membuat bayi itu tidak dapat mendapatkan perawatan yang memadai.

Mendiang bayi tersebut bernama Abdelkhaleq dan Abdelrahim. Mereka dilahirkan di luar Sanaa sekitar dua pekan lalu dengan kondisi kembar siam. Bayi itu mempunyai satu ginjal dan sepasang kaki, tetapi memiliki hati dan paru-paru yang terpisah.

Kepala pediatri di Rumah Sakit Al-Thawra, Sanaa, dr. Faisal al-Babili, mengatakan tidak memiliki fasilitas untuk merawat atau memisahkan kedua bayi tersebut. Mereka mengaku sudah mengajukan permohonan bantuan dari luar negeri pada hari Rabu pekan lalu.

DI malam harinya, Kepala Pusat Bantuan dan Pertolongan Raja Salman Arab Saudi, Abdullah al-Rabeeah, mengatakan dirinya memiliki tim yang siap untuk merawat mereka. Namun, mereka tidak dapat pergi.

Bayi Kembar Siam Yaman Meninggal Karena Terhambat Perang


Agen Poker Terpercaya

Pemberontak Houthi menyalahkan koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi atas kematian mereka, karena menolak untuk membuka bandara Sanaa yang memungkinkan untuk kedua bayi tersebut memperoleh perawatan.

Layanan kesehatan tak dapat beroperasi akibat adanya konflik, dan sebagian besar rumah sakit tidak dilengkapi dengan fasilitas perawatan khusus. Namun membawa pasien keluar untuk mendapatkan perawatan juga tidak mudah.

Pihak-pihak yang menjadi penengah meminta Bandara Internasional Sanaa dibuka kembali. Namun, pasukan pemerintah menuduh para pemberontak akan menyelundupkan senjata melalui bandara dan Kota Hodeida.

Kota tersebut sangat penting bagi pengiriman bantuan kemanusiaan. Koalisi yang dipimpin Saudi telah membatasi penerbangan dari dan menuju Sanaa serta pengiriman yang melalui Hodeida.

Daerah yang dikuasai oleh pemberontak Yaman juga telah diblokade oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Sejak pad bulan Maret 2015, sekitar 10 ribu orang telah tewas dan lebih dari 60 ribu lainnya mengalami luka-luka dalam Perang Yaman. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia , kebanyakan korban mereka warga sipil. Mereka meninggal bukan cuma karena perang, akan tetapi juga kelaparan dan wabah kolera.

<

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE |ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments