Bebas dari Hukuman Mati Saudi Suami-Istri Segera Dipulangkan

Bebas dari Hukuman Mati Saudi Suami-Istri Segera Dipulangkan

Bebas dari Hukuman Mati Saudi Suami-Istri Segera Dipulangkan

Kabar47 – Penantian cukup panjang dari sepasang suami-istri yang terbebas dari hukuman mati karena tuduhan sihir di Arab Saudi, yakni Tohirin bin Mustopah Kudus dan Nurnengsih Bt Karsidi Tasdik akan segera kembali ke Indonesia.

Pasutri dari Indramayu tersebut bisa segera pulang ke Tanah Air usai izin keluar (exit permit) sudah dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi, Rabu kemarin. Tohirin dan Nurnengsih ditangkap pihak Kepolisian Arab Saudi tanggal 28 Desember 2015 atas laporan majikan mereka, Sanad Al-Zuman. Al-Zuman menuduh pasutri tersebut telah mempraktekkan sihir untuk istri majikan dan keluarganya.

jelaspoker

Ditahannya Tohirin dan Nurnengsih diketahui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh bulan Januari 2016. KBRI Riyadh meminta Pengacara Ali Al-Ghamdi agar menjadi kuasa hukum untuk Tohirin dan Nurnengsih. Setelah menjalani empat kali persidangan termasuk proses banding oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), keduanya akhirnya terbebas dari ancaman hukuman mati tindak pidana sihir.

Tohirin sebelumnya terlebih dahulu menghirup udara bebas bulan Mei 2016 usai pada persidangan tidak dijumpai adanya bukti yang kuat karena tuduhan sihir tersebut. Sementara Nurnengsih baru dibebaskan bulan November 2016 dimana sebelumnya diputus dengan hukuman 8 bulan penjara dan 300 kali cambuk sebab dalam proses penyidikan sempat memberikan pengakuan.

Tetapi usai terbebas dari hukuman mati dan dikeluarkan melalui penjara, langkah pemulangan keduanya ke Indonesia menjumpai hambatan yang cukup sulit sehingga memakan waktu cukup lama. Setelah dikeluarkan dari penjara, pasangan suami istri ini kembali menjalani kegiatan seperti biasa dengan bekerja di Madrasah Darul Bayan seraya menunggu penerbitan exit permit.

Proses diterbitkannya exit permit untuk Nurnengsih memakan waktu yang lama sebab berkas yang dilimpahkan dan bolak-balik pada sejumlah instansi terkait Arab Saudi. Bukan cuma itu, kendala administratif ini pun berdampak untuk anak-anak Tohirin dan Nurnengsih, yakni Huda, Hanan dan balita yang lahir di penjara.

Proses exit permit Nurnengsih yang tengah dalam proses menjadikan kedua anak perempuan mereka akhirnya dipulangkan terlebih dahulu ke Indonesia, sebab keduanya tidak dapat memperpanjang izin tinggal. Usai exit permit untuk Nurnengsih selesai, pemulangan keduanya kembali terganjal karena iqamah (izin tinggal) Tohirin sudah kadaluarsa. Didampingi oleh pihak Diplomat Pasukan Khusus (Dippasus) KBRI Riyadh, Tohirin menyelesaikan perpanjangan iqamah dan juga pembayaran denda keimigrasian.

Hari Rabu lalu akhirnya Tohirin dan istri datang ke KBRI untuk menjumpai Dubes Abegebriel dan menceritakan skema kepulangannya. Dubes lalu langsung memeluk Tohirin sambil mengatakan supaya kedua pasangan suami istri itu tidak khawatir. Keduanya segera kembali ke Indonesia tanggal 4 Agustus 2018 didampingi oleh staf KBRI, Muhammad Ahmad Al-Qarni, yang merupakan sosok Warga Negara Saudi pensiunan militer yang cukup membantu untuk penyelesaian kasus yang menimpa suami istri asal Indramayu ini.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments