Debat kedua Tidak ada Kisi-Kisi

KPU Pastikan Debat kedua Tidak ada Kisi-Kisi

KPU Pastikan Debat kedua Tidak ada Kisi-Kisi

Debat kedua Tidak ada Kisi-Kisi – Kabar47 – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memberikan tanggapan terkait Debat Kedua.
Beliau mengatakan masyarakat menuntut debat kedua Pilpres 2019 yang mempertemukan dua calon presiden (capres) berjalan lebih menarik dari debat pertama.

Salah satu tuntutan dari masyarakat adalah menghilangkan kisi-kisi pertanyaan.
Sistem tersebut banyak dikritik karena dinilai menjadikan debat berlangsung hambar dan kurang seru.
Arief mengatakan pihaknya akan merahasiakan pertanyaaan kepada pasangan calon presiden.
Nah berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diberikan kepada pasangan calon presiden,” Ujar Arief di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurutnya, debat putaran pertama bukanlah tidak menarik, namun masih ada yang harus diperbaiki dan ditingkatkan dalam segi konsep dan teknisnya.
Oleh sebab itu, dia menyebut, akan menyajikan debat putaran kedua yang jauh lebih menarik.
Tuntutan publik sangat besar pada kami untuk membuat debat kedua ini jauh lebih menarik,” Lanjutnya.

Debat kedua Tidak ada Kisi-Kisi

jelaspoker

Selain menarik, masyarakat juga mengharapkan debat kedua pembahasan gagasan para calon pemimpin negara ini lebih substansial.
Agar debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi-misi dari masing-masing pasangan calon.
Karena sesungguhnya itulah tujuan utama dari kegiatan kampanye dalan bentuk debat antar capres,” Sambungnya.

Selain itu, Tata penggung debat kedua bakal diubah. Format debat kedua Pemilihan Presiden 2019 dipastikan berbeda dengan debat pertama.
KPU berencana mengubah sejumlah hal, termasuk soal tata panggung debat.

Selain itu, Wahyu Setiawan menyebutkan tidak akan ada lagi elite parpol atau massa pendukung paslon yang ditempatkan di belakang podium.
Hal ini untuk menghindari suasana debat menjadi tidak tertib. Di belakang kandidat yang pas debat pertama kan ada orang-orang itu, untuk debat kedua tidak.
Kan gaduh, tidak tertib,” Ujar Wahyu di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019) seperti dikutip dari Kabar47.com.

Massa pendukung tetap diundang pada debat kedua, hanya posisi penempatannya yang tidak sama.
Wahyu menuturkan KPU berupaya untuk melayani rakyat, bukan elite partai politik. Oleh karena itu, elite parpol juga harus menghormati rakyat yang menonton debat.
Kami pastikan format debat membuat penonton di rumah lebih aman dan nyaman dalam menyaksikan,” Tutup dia.

BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER  | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments