Demo Aliansi Jurnalis Indonesia Warnai Puncak Peringatan Hari Pers

Demo Aliansi Jurnalis Indonesia Warnai Puncak Peringatan Hari Pers Nasional

Demo Aliansi Jurnalis Indonesia Warnai Puncak Peringatan Hari Pers Nasional

Demo Aliansi Jurnalis Indonesia Warnai Puncak Peringatan Hari Pers Nasional kabar47 -Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, diwarnai aksi demo oleh sejumlah anggota Aliansi Jurnalis Indonesia.

Anggota Aliansi Jurnalis menuntut agar Jokowi segera mencabut remisi bagi I Nyoman Susrama terpidana pembunuh jurnalis Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dan menyelesaikan semua kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Dalam aksi tersebut, sejumlah wartawan mengibarkan spanduk dan juga poster bertuliskan “Tolak Remisi Pembunuh Jurnalis!”. Spanduk dengan ukuran 3×10 meter juga dipasang di salah satu JPO di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Ketua AJI Surabaya, Miftah Faridl menuturkan remisi bagi Susrama yang tertuang dalam Keppres No 29 tahun 2018, adalah preseden buruk bagi kemerdekaan per di Indonesia.

Pihaknya pun mendesak agar presidenJokowi segera menandatangani draft pencabutan remisi Susrama tersebut, yang diketahui kini sudah sampai ke Mensesneg. Puncak perayaan HPN 2019 diharapkan dapat mebantu menekan Presiden Jokowi supaya memberikan keadilan bagi jurnalis yang mengalami tindak kekerasan.

Sejak 1996 hingga sekarang masih ada delapan kasus kekerasan terhadap jurnalis dan belum juga tuntas penyelesaiannya. Sehingga pada saat perayaan HPN tiap tahun yang menyerap anggaran negara dianggap sebagai pesta pora nir manfaat belaka.

Demo Aliansi Jurnalis Indonesia Warnai Puncak Peringatan Hari Pers Nasional


Agen Poker Terpercaya

Sebagai bentuk perlawanan terhadap hal tersebut, Farodl mengatakan, pihaknya pun akan memplesetkan kepanjangan HPN dari yang tadinya Hari Pers Nasional, berubah menjadi Hari Prabangsa Nasional.

Aksi protes itu menurutnya, juga bertujuan agar dapat melindungi dan juga mengembalikan pers sebagai ruang-ruang publik memperoleh hak keterbukaan informasi. Sebagaimana diketahui Prabangsa dibunuh setelah dia menulis berita soal korupsi.

Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia Sasmito Madrim, meminta Presiden Jokowi agar dapat menuntaskan kasus kekerasan lainnya terhadap wartawan yang Tiga tahun terakhir mengalami peningkatan di Negara indonesia.

Dia juga meminta Jokowi agar menggunakan momentum HPN 2019 untuk segera mencabut remisi bagi Susrama,
jika tiak ingin digugat di PTUN untuk mempertanyakan pemberian remisi bagi pembunuh jurnalis Radar Bali itu.

Sementara ,pada saat yang sama, Presiden Jokowi, mengaku tekah meneken pencabutan remisi I Nyoman Susrama, otak pembunuhan jurnalis ,AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE |ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments