KABAR

Eks Menteri Israel, Intel Iran Terancam Penjara 11 Tahun

Eks Menteri Israel, Intel Iran Terancam Penjara 11 Tahun

Kabar47 – Seorang mantan menteri Israel, Gonen Segev terancam dipenjara selama 11 tahun penjara karena aksi spionase. Dia mengaku menjadi mata-mata untuk Iran. Kementerian Hukum Israel menyatakan Segev mengaku bersalah karena melakukan spionase dan memberikan informasi kepada Iran yang dianggap musuh negara. Sidang vonisnya akan digelar pada 11 Februari mendatang, seperti dikutip AFP, pada Rabu (9/1). Mantan menteri energi dan infrastruktur yang menjabat dari 1995 sampai 1996 itu diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa ke Israel, dan ditangkap pada Mei 2018 atas dugaan membantu musuh dalam masa perang dan memata-matai negara.

Segev dicurigai memberikan informasi kepada Iran terkait industri energi, berbagai fasilitas pertahanan, bangunan dan para pejabat di lembaga politik dan keamanan Israel. Menurut laporan berita dari Channel 10, Segev ditahan di sel isolasi Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) selama sembilan hari, dan tidak diizinkan untuk menghubungi kuasa hukumnya selama masa penahanan. Persidangan Segev sudah dimulai sejak Juli 2018, tetapi dilakukan secara tertutup. Hanya sebagian materi persidangan yang diungkap ke masyarakat.

jelaspoker

Segev sempat mengabdi pada pemerintahan Perdana Menteri Yitzhak Rabin dari Partai Buruh, setelah membelot dan mendukung perjanjian damai Oslo II dengan Palestina. Segev juga terlibat kasus narkoba. Dia pernah dipenjara karena menyelundupkan 30 ribu pil ekstasi dari Belanda ke Israel menggunakan paspor diplomatik dengan tanggal kedaluwarsa palsu, pada 2004 silam. Di tahun berikutnya, ia mengakui tuduhan tersebut sebagai bagian perjanjian dengan jaksa. Segev juga pernah dihukum atas tuduhan percobaan penipuan kartu kredit.

Pengadilan militer di Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas, salah satu faksi politik di Palestina, menjatuhkan vonis hukuman mati atas enam orang yang dituduh bekerja sama dengan Israel. Kementerian Dalam Negeri di Gaza menjabarkan 14 orang dihukum karena “berkolaborasi” dengan Israel, lima di antaranya dihukum gantung dan juga seorang lainnya ditembak mati. “Mereka terlibat pemasangan alat komunikasi dan juga penyadapan pendudukan Israel,” ucap juru bicara kementerian tersebut, Iyad al-Bozum, kepada AFP pada Senin (3/12).

Enam orang yang telah dijatuhi hukuman mati tersebut berusia sekitar 29 sampai 55 tahun. Mereka diduga telah bekerja dengan intelijen Israel selama beberapa tahun tahun ini. Salah satu dari enam orang yang divonis hukuman mati itu iyalah seorang perempuan yang diketahui berama Amal Mahmoud. Perempuan 55 tahun tersebut dikabarkan tinggal di Israel. Kementerian tersebut menyatakan Mahmoud dijatuhi hukuman dalam sidang in absentia tersebut. Dia diduga membujuk keponakannya di Gaza agar berkolaborasi dengan intelijen Israel. Sementara ini, delapan orang lainnya dihukum kerja paksa selama enam hingga 15 tahun.

Bozum memuji keputusan pengadilan tersebut sebagai “pesan yang jelas” bagi mereka yang bekerja sama dengan Israel. “Para kolaborator harus menyadari bahwa pendudukan (Israel) tidak akan dapat melindungi mereka,” ucapnya. Hukuman mati tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia, termasuk Direktur Human Rights Watch untuk wilayah Israel dan juga Palestina, Shakir. “Hukuman mati adalah praktik biadab dan juga salah, tidak peduli apa pun situasi dan keadaannya,” kata Shakir.

Hingga kini belum jelas kapan eksekusi mati keenam orang itu akan berlangsung. Berdasarkan data Palestinian Centre for Human Rights, Hamas telah melakukan 28 eksekusi mati sejak mereka merebut kendali atas Gaza dari Fatah pada 2007 lalu. Pada Mei 2017, Hamas mengundang wartawan untuk menghadiri pelaksanaan hukuman gantung terhadap tiga terpidana pembunuhan di Kota Gaza. Ketiga pria itu disebut bersalah karena membunuh seorang komandan militer senior gerakan Islam. Sementara itu, selama berseteru dengan Israel sejak 2014 lalu, regu tembak angkatan bersenjata Hamas telah membunuh enam orang yang dituduh berkolaborasi dengan Negara Zionis tersebut.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola,proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online 2018”JELASBOLA Agen Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam nonstop.

Facebook Comments