Elite Politik Harus bertanggung Jawab

Elite Politik Harus bertanggung Jawab Menurunkan Tensi Pendukung Capres

Elite Politik Harus bertanggung Jawab Menurunkan Tensi Pendukung Capres

Kabar47.com – Elite Politik Harus bertanggung Jawab – Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas meminta seluruh elite politik di koalisi capres-cawapres Pilpres 2019 untuk berperan aktif menurunkan tensi ketegangan antarpendukung.
Sebab, sebagai tokoh masyarakat, sudah sewajarnya jika mereka menjadi tauladan bagi para pengikutnya.
Elite politik, tokoh masyarakat dan pemuka agama harus memberi tauladan kepada masyarakat,” kata Robikin kepada Kabar47.com, Kamis (18/4/2019).

Menurut dia, peran dari elite politik dalam meredam tensi politik yang sempat memanas pada masa kampanye.
Hal itu bisa memengaruhi kedua pendukung paslon capres-cawapres dalam menyikapi hasil pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Sehingga, sikap kenegarawanan mereka akan berpengaruh kepada perilaku masyarakat.
Karena masyarakat Indonesia itu umumnya masih sangat terpengaruh oleh perilaku para elite, para tokoh dan pemuka agama.
Termasuk tokoh berpengaruh di dunia maya, media sosial,” ujarnya.

Elite Politik Harus bertanggung Jawab

jelaspoker

Robikin berharap rencana pengerahan massa secara banyak untuk melawan ketidakadilan dalam berjalannya pemilu tidak akan terwujud.
Sebab, kata dia, sudah ada mekanisme hukum yang mengatur ihwal keberatan hasil pemilu, yaitu dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Itu cara yang sah di negara hukum demokratik sebagaimana ditentukan UUD 1945.
Penggunaan mekanisme konstitusional adalah cermin masyarakat dan bangsa yang berbudaya,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pasangan capres-cawapres peserta Pemilu 2019.
Jokowi-Ma’ruf sebagai paslon nomor urut 01 didukung oleh sembilan partai politik, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Perindo, NasDem, PSI, PKPI dan Hanura, serta PBB.
Sementara Prabowo-Sandi didukung lima gabungan parpol, yaitu Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya.

Selain itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan Usai menggunakan hak pilihnya dalam gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.
Seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, menjaga ukhuwah dan tali persaudaraan yang selama ini sudah terjalin secara baik.
Tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa,” kata Anwar, Kamis (18/4/2019).

Meskipun sudah ada lembaga-lembaga tertentu yang melakukan hitung cepat atau quick count.
Dia berharap agar masyarakat tidak menjadikan hasi itu sebagai acuan untuk menyatakan pihak yang menang dan kalah.
Tetapi yang harus dijadikan sebagai dasar dan acuan adalah hasil penghitungan resmi dari KPU.

BANDAR DOMINO | BANDAR POKER | ADUQ TERPERCAYAADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments