Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowi

Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowi

Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowi

Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowi Kabar47 – Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto, menilai rencana Gerindra bergabung dengan partai koalisi Joko Widodo dinilai tidak efektif untuk kelangsungan pemerintahan. Menurut Arif upaya tersebut hanya akan sedikit menekan tegangan politik yang selama ini terjadi.

Berkaca dari kepemimpinan dua periode Presiden ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono, komposisi partai koalisi saat tersebut cukup ‘gemuk’. Namun masih banyak kebijakan yang dinilai Arif tidak berjalan efektif. Pada dasarnya, lanjut Arif, kubu oposisi tideak harus selalu diajak untuk bergabung dengan koalisi pemerintah.

Menurutnya hal yang lebih penting yhaitu membentuk opisisi yang mapan dan tak asal mengkritik. Sementara sikap oposisi selama ini lebih cenderung mendelegitimasi secara masif ke pemerintah dengan segala cara. Terlepas dari hal itu, Arif mengakui Jokowi adalah sosok yang terkenal suka merangkul lawan.

Seperti pasca Pilpres 2014, Jokowi diketahui menyambangi Prabowo di kediaman Hambalang dan naik kuda bersama. Momen tersebut dinilai Arif sebagai bentuk Jokowi yang ingin merangkul Prabowo sebagai lawannya dalam pilpres.

Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowi


Agen Poker Terpercaya

Selain itu, selama memilih wakil presiden, Jokowi juga cenderung menunjuk orang yang kerap dikenal berseberangan dengan dirinya. Seperti diketahui, Jusuf Kalla yang mendampingi Jokowi sejak 2014 sempat mengkritik kepemimpinan mantan wali kota Solo tersebut.

Sementara Ma’ruf Amin, Arif mengatakan, juga termasuk sosok yang menuai kontroversi lantaran kontra dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang pernah mendampingi Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Gerindra Disebut Akan Gabung Koalisi Jokowip

Sebelum nya Calon presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Jenderal Partai 0Gerindra, Ahmad Muzani menyatakan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur telah selesai. Koalisi ini sebelumnya didukung oleh Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. Empat partai itu mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Pembubaran koalisi diumumkan hanya sehari setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak semua gugatan Prabowo-Sandi dalam sengketa hasil Pilpres 2019, 27 Juni lalu. Kata Muzani, dengan berakhir koalisi setiap partai kini berhak menentukan arah politik masing-masing. Prabowo disebut Muzani juga menyampaikan permohonan maaf kepada parpol koalisi dan pendukung Prabowo-Sandi.

DOMINO ONLINE | BANDAR POKER |BANDAR ONLINE | AGEN POKER

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments