Jusuf Kalla Bingung Korupsi Masih Marak Dengan Pengawasan Berlapis

Jusuf Kalla Bingung Korupsi Masih Marak Dengan Pengawasan Berlapis

Jusuf Kalla Bingung Korupsi Masih Marak Dengan Pengawasan Berlapis

Jusuf Kalla Bingung Korupsi Masih Marak Dengan Pengawasan Berlapis Kabar47 – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku heran kasus korupsi yang melibatkan aparatur negara tidak terbendung di saat pengawasan dilakukan secara aktif. JK mengklaim Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sistem pengawasan yang berlapis.

Bahkan, pengawasan dilakukan baik dari sisi internal oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan maupun eksternal oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia mengungkapkan dalam 15 tahun terakhir, ada sekitar sembilan menteri yang masuk penjara akibat kasus korupsi.

Selain itu, hampir 20 gubernur dan ratusan bupati maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyatdan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang bernasib sama. JK meminta para pengawas untuk meningkatkan kinerjanya.

Terlebih lagi, belanja negara sebagai objek pengawasan sendiri terus bertambah jumlahnya. Dirinya menuturkan dalam sepuluh tahun terakhir, anggaran belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara meningkat hingga dua kali lipat.

Jusuf Kalla Bingung Korupsi Masih Marak Dengan Pengawasan Berlapis


Agen Poker Terpercaya

Pada 2010, anggaran belanja masih sebesar Rp1.126 triliun. Sedangkan pada tahun ini, pemerintah akan mengalokasi belanja negara sebesar Rp2.462,3 triliun. Selain dari sisi belanja negara, jumlah Kementerian/Lembaga (K/L) juga terus bertambah. Belanja tidak hanya di level pemerintah pusat, tutur dia, melainkan juga pada lembaga dan institusi pada pemerintah daerah juga terus bertambah jumlahnya.

Sementara itu, lanjutnya, jalur penyaluran anggaran makin berkembang hingga ke level desa dan kelurahan melalui dana desa dan dana kelurahan. Bahkan, sambungnya lagi, pemerintah sedang mengkaji adanya dana kecamatan.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi untuk menjalani pemeriksaan pada Kamis (21/3). Romi akan diperiksa untuk pertama kalinya sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Selain memeriksa Romi, penyidik KPK juga memanggil tersangka lainnya yaitu Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi dalam kasus suap yang sama. Febri mengatakan Romi memastikan akan menghadiri panggilan pemeriksaan KPK pada hari ini. Namun dia tak menyebutkan pukul berapa Romi diperiksa.

BANDAR POKER | JUDI POKER |AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments