Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Menjadi Tersangka

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Menjadi Tersangka

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Menjadi Tersangka

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Menjadi Tersangka kabar47 – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menjawab tentang perkara kasus milik nya di Polres Surakarta.

Seperti yang diketahui, Slamet yang juga juru bicara Front Pembela Islam atau FPI itu menjadi tersangka kasus pelanggaran jadwal kampanye di Pemilu 2019 oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah.

Slamet mengakatan dirinya diperlakukan tidak adil oleh pihak penegak hukum. Menurut Slamet, penetapan dirinya menjadi tersangka sebagai gambaran ketidakadilan hukum yang tersaji dalam gamblang di negeri ini.

Terkait jadwal pemeriksaan polisi yang akan dilaku, Slamet Maarif belum menjawab dengan pasti soal rencana kehadiran dirinya. Slamet Maarif mengatankan akan lebih dahulu berkomunikasi dengan tim pengacara dia.

Diketahui sebelumnya, Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo membenarkan bahwaSlamet sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam surat panggilan bernomor S.Pgl/48/II/2019/Reskrim, Slamet dipanggil sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran pasal 280 ayat (1) huruf a, b, d, e, f, g, h, i, j. Yaitu, tentang kampanye di luar skejul yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan juga KPU Kabupaten/Kota.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Menjadi Tersangka


Agen Poker Terpercaya

Slamet akan terancama pidana penjara maksimal satu tahun dan dengan denda maksimal Rp12 juta (pasal 492 UU Pemilu), atau penjara dua tahun dan dengan denda paling banyak Rp24 juta (pasal 521 UU Pemilu).

Hal tersebut terkait adanya dengan orasi Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 1 januari pukul 06.30-10.30 WIB yang lalu.

Pengacara Slamet, yaitu Eggi Sudjana menegaskan adanya kejanggalan dalam penetapan status tersangka Slamet tersebut.

Menurut Eggi, dalam perspektif hukum, proses penetapan sebagi tersangka harus melalui tahap penyelidikan hingga pada penyidikan. Namun kenyataannya, pihaknya pun belum pernah diminta oleh polisi untuk gelar perkara.

Eggi menambahkan lagi bahwa Polres Surakarta tidak menjalankan Peraturan Kapolri no 14 tahun 2012 pasal 15 yang mengatakan bahwa penetapan tersangka harus melalui penyelidikan hingga gelar perkara. Bahkan, pihaknya juga belum pernah diminta untuk menghadirkan saksi fakta dalam gelar perkara kasus Slamet.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE |ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments