Perdana Menteri Malaysia Ancam Batal Beli Jet Uni Eropa

Perdana Menteri Malaysia Ancam Batal Beli Jet Uni Eropa

Perdana Menteri Malaysia Ancam Batal Beli Jet Uni Eropa

Perdana Menteri Malaysia Ancam Batal Beli Jet Uni Eropa Kabar47 – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad membuka kemungkinan membatalkan rencana pembelian jet tempur dari Uni Eropa jika blok tersebut terus menerapkan diskriminasi terhadap produk kelapa sawit. Mahathir menuturkan Malaysia dapat melirik pesawat militer buatan negara lain yaitu seperti China untuk menggantikan armada angkatan udaranya yang mulai usang, yaitu jet tempur buatan Rusia Mig-29.

Malaysia sebelumnya diketahui sedang berencana membeli sejumlah jet tempur Dassault Rafale buatan Perancis atau Eurofighter Typhoon. Langkah tersebut dilakukan Mahahtir menanggapi adanya diskriminasi Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit.

Blok itu berencana menyetujui rancangan kebijakan bertajuk Delegated Regulation Supplementing Directive of The EU Renewable Energy Directive II (RED II) yang diajukan oleh Komisi Eropa pada 13 Maret 2019 lalu.

Jika RED II berlaku, Uni Eropa akan melarang penggunaan bahan bakar nabati berbasis sawit. Kebijakan tersebut disebut dapat mengancam penjualan kelapa sawit ke benua biru yang selama ini merupakan pasar utama komoditas sawit.

Perdana Menteri Malaysia Ancam Batal Beli Jet Uni Eropa


Agen Poker Terpercaya

Sama seperti Indonesia, Malaysia-sebagai salah satu dari produsen kelapa sawit terbesar di dunia-mengecam langkah Uni Eropa tersebut. Meski begitu, Mahathir menegaskan jika rencana pembatalan pembelian pesawat bukan merupakan “pernyataan perang” terhadap Uni Eropa.

Malaysia, tuturnya, masih membutuhkan Uni Eropa karena banyak negara dari blok tersebut merupakan mitra dagang terbesar Negeri Jiran. Indonesia sudah lebih dulu menyatakan sikapnya terhadap diskriminasi sawit itu. Pemerintah mengancam akan memboikot produk Uni Eropa jika parlemen Eropa menyetujui RED II.

Luhut mengungkapkan industri sawit memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbangkan devisa, hampir 20 juta pekerja ndonesia juga terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam produksi komoditas tersebut. Senada dengan Luhut, Menteri Koordinatir Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga membuka opsi retaliasi.

Sebelumnya Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengkritik sikap pemerintah yang terlalu reaktif terhadap rencana Uni Eropa untuk menghentikan pembelian Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis kelapa sawit. Salah satunya, wacana untuk membawa persoalan diskriminasi sawit ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

BANDAR POKER | JUDI POKER |AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments